Thursday, 12 April 2018

Menikah

Kalau kita terus menerus mencari yang terbaik. Mungkin, kita tidak akan pernah selesai membanding-bandingkan. Kata guruku, tidak ada yang benar-benar terbaik, yang ada hanyalah yang bersedia untuk terus memperbaiki dan diperbaiki.

Selama kita berhadapan pada pilihan, sejatinya kita tidak akan pernah bisa mengambil keputusan yang benar. Semua keputusan yang kita ambil itu salah. Kemudian, peluang untuk menjadikannya benar itu sama besarnya. Caranya, dengan kita menjalani keputusan yang kita ambil tersebut. Menjalani konsekuensinya, menjadi orang yang berkomitmen kuat atas keputusan yang diambil, tidak mudah mengeluh apalagi sampai ada penyesalan mengapa keputusan itu diambil dan mengapa dulu tidak mengambil keputusan yang lain.

Menikah adalah keputusan yang dibuat dengan persiapan dan lebih banyak kenekatan. Menikah butuh kenekatan, jika kata berani tidak cukup untuk merepresentasikannya, resiko pernikahan tentu bukan hal yang sederhana. Hanya saja, kalau kami terus menerus memikirkan resikonya, mungkin kami tidak akan pernah menikah seumur hidup.

Suatu ketika saat kamu sedang memiliki perasaan kepada seseorang, tiba-tiba muncul orang lain yang memiliki niat terbaik dalam hidupnya untukmu. Apakah kamu berani melawan arah perasaanmu?

Dunia penuh cobaan. Cari pasangan yang bisa diajak berjuang bersama menghadapi itu. Yang bisa mengimbangi, yang ketika kamu marah dia diam meredakan. Ketika dia marah, kamu juga bisa berlaku sebaliknya, diam dan meredakan. Itu kuncinya.

Melanggengkan pernikahan adalah soal strategi. Termasuk menyiasati hal kecil. Stop mempermasalahkan hal kecil dan justru mensyukuri hal-hal kecil yang lain. Tak usah dibesar-besarkan kealpaan pasangan kita. Besarkan saja yang berpotensi menumbuhkan kasih sayang. Rasa-rasanya bakal melelahkan kalau kita selalu mengungkit kerikil yang tak sengaja terinjak, atau prasangka-prasangka yang salah alamat.

Pada dasarnya laki-laki itu liar. Sebab itu, yang terbaik dari mereka adalah yang memiliki kemampuan mengendalikan dirinya sendiri.

Perempuan yang paling cantik adalah perempuan yang mudah bersyukur.

"Ada orang-orang baik yang sengaja dihadirkan dalam hidup kita untuk menguji perasaan kita. Bukan untuk menjadi pasangan hidup kita."

"Pada akhirnya orang-orang yang jatuh cinta akan kembali kepada Tuhan. Setelah jauh ia mencari, pada akhirnya ia hanya bisa meminta."

Dikutip dari: Menentukan Arah - Kurniawan Gunadi & Aji Nur Afifah

Saturday, 14 October 2017

GENAP - Nazrul Anwar

Ceritanya mau nulis kata-kata bagus dari novel dengan judul tersebut di atas. Tapi udah lama nggak nulis. Boleh lah yaa cerita agak banyak dulu, hehe. Kalau mau langsung baca kutipan novelnya, skip ke yang kalimat miring langsung aja yaa.

Jadi ceritanya gini. Pernah banget dulu berdoa, kurang lebih seperti ini. "Ya Allah, pertemukanlah aku dengan orang yang baik agamanya." Terharu banget waktu beneran dipertemukan. Entah sudah rencana-Nya atau memang berkat doaku yang terkabul. 

Dia temen pertamaku waktu kerja. Awal ketemu rasanya langsung ada chemistry padahal beda setahun sampai aku manggilnya nggak pake mbak saking nyamannya wkwkwk. Bisa langsung saling cerita banyak tentang apapun. Rekor buat orang introvert macam aku. Kenal orang ini jadi nonton youtube-nya Ustadz Khalid Basalamah sama Ustadz Syafiq Riza Basalamah. Aku baru sekali denger nama ustadz tersebut waktu itu. Kerjaan youtube-an mulu tapi jarang banget buat searching kajian. Dan ternyata bagus buat nambah ilmu, coba deh ditonton sekali-kali. Sama Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Salim A Fillah, dan Buya Hamka, Ustadz Abdul Somad juga bagus. Lumayan pencerahan, bikin adem, banyak ilmu baru meskipun mengubah perilakunya masih belom begitu, hehehe. Selain itu jadi tau buku bacaannya dan akhirnya dipinjemin novel ini.
Kalau ditanya "Genap" itu novel tentang apa, jawabannya tentang awal hidup berumah tangga, tentang cinta dan pembelajarannya. Nih kutipannya. Semoga kalian juga jadi pengen baca, wkwkwk

"Betapa bahagianya aku, ketika kamu, entah di tangisanku yang ke berapa di hadapanmu, hanya diam mendekapku, tanpa berkata-kata. Betapa kesedihanku langsung lenyap seketika karena aku merasa dimengerti, dan betapa lemesnya aku ketika keesokan harinya kamu bilang kalau kamu diam karena kamu lagi capek. Jadi bukan karena kamu ngerti. Aduh, kamu ituh, boleh dilempar pake sendal nggak sih?"  Wkwkwk ngakak lah di bagian ini haha tapi bener kok, kadang perempuan nangis itu cuma butuh puk-puk tanpa banyak kata.

"Awalnya aku cukup kesulitan untuk mengerti apa yang ada di dalam pikiran kamu. Dan aku sangat kesal kalau kamu tak mengerti apa yang sedang aku rasakan. Well, laki-laki cenderung lebih logis sedangkan perempuan cenderung lebih melankolis. Jadi wajar kalau laki-laki lebih suka dengan perempuan yang pikirannya nyambung dengan dirinya. Sedangkan perempuan lebih suka dengan laki-laki yang membuatnya nyaman. Dan mungkin itulah salah satu kekurangan kita di awal awal kebersamaan kita. Kamu belum merasa nyambung denganku. Dan aku belum merasa nyaman denganmu." Intinyanyaman itu lebih horor daripada sekedar ganteng dan kaya, wkwk.

"Seharusnya, semakin besar usaha kita untuk membahagiakan orang lain, semakin besar pula kebahagiaan yang akan kita rasakan. Kalau ternyata dengan membahagiakan orang lain kita tidak tambah bahagia, pasti ada yang salah dengan caranya. Sayangnya, yang terakhirlah yang terjadi padaku, ketika aku berusaha menjadi sosok yang kamu inginkan dalam rangka membahagiakan kamu, aku jadi aku yang bukan aku, yang menyembunyikan kekuranganku yang sekiranya tak kamu suka, yang berusaha menjadi sosok lain yang kamu suka. Khawatir kalau nanti akunya begini nanti kamunya begitu atau kalau akunya begitu nanti kamunya begini. Dan jujur itu sungguh melelahkan." Menjadi diri sendiri tetep pilihan paling bijak sih.

"Sekali lagi, terima kasih sudah menghargai aku. Tapi aku tak mau, kalau hanya untuk menghargai aku, kamu lupa untuk menghargai diri kamu sendiri. Kita harus bisa menghargai diri sendiri sebelum menghargai orang lain, bukan? Karena hanya dengan begitulah kita bisa benar-benar tulus menghargai orang lain. Kalau dengan menghargai orang lain itu kita merasa direpotkan, merasa disusahkan, sebenarnya pada waktu itu kita tidak benar-benar menghargainya. Kita hanya sedang merasa "nggak enak" dengan orang yang dimaksud. Seharusnya menghargai orang lain itu akan berujung pada kelegaan, akan menghasilkan kebahagiaan tersendiri." Jleb banget. Kadang suka menyusahkan diri sendiri, ceritanya melakukan sesuatu buat orang lain, padahal kadang cuma karena nggak enak. Kurang ikhlas intinya hahaha.

"Aku masih ingat dengan jelas pasangan yang menjadi kriteriamu dulu, sosok yang belakangan ini aku berusaha sekuat tenaga untuk menjadi sepertinya. Aku juga masih ingat dengan jawabanku dulu, ketika kamu bertanya tentang pasangan seperti apa yang aku inginkan untuk menggenapi hidupku. Jawaban yang sekarang membuatku malu, jawaban yang seandainya bisa aku ralat, aku akan meralatnya seperti ini: Seseorang yang bisa membuatku nyaman untuk jadi diri sendiri, seseorang yang membuatku tak perlu menyembunyikan apapun darinya, seseorang yang bisa menerimaku apa adanya. Karena aku ingin, kita memulai kebahagiaan dari apa yang sudah ada, bukan dari apa yang belum kita punya." Intinya mah ga usah muluk-muluk.

"Iya, ya, padahal aku sudah tau kalau cemburu itu capek, kenapa juga harus cemburu? Ya sudahlah, namanya juga perasaan, memang begitulah adanya. Datang begitu saja. Sebenarnya pembenaran aja sih, sama seperti jutaan perempuan di luar sana yang menggunakan perasaan sebagai pembenaran. Hehe. Padahal seharusnya, kita bisa mengendalikan perasaan kita, mana perasaan yang harus diungkapkan, mana perasaan yang cukup kita konsumsi sendiri saja." Kalimat terakhir perlu diingat baik-baik haha.

"Rasa cemburu telah melupakan banyak hal yang dulu telah kita sepakati, untuk lebih mendahulukan kewajiban daripada menuntut hak kita. Karena apapun bentuknya, menuntut memang selalu melelahkan. Maka banyak-banyaklah memberi, agar kita tidak punya waktu untuk banyak menuntut. Memberi perhatian, memberi pengertian, juga memberi maaf tanpa diminta. Dan betapa tenangnya kalau kita percaya, betapa leganya kalau sudah tak ada lagi curiga." :"))

"Normalnya, perempuan itu lebih rajin daripada laki-laki. Jadi kalau ada perempuan bawaannya males buat melakukan apapun, bukan berarti perempuan itu tidak sedang melakukan apa-apa. Dia hanya sedang sibuk dengan perasaannya sendiri. Jujur, aku termasuk dalam golongan perempuan kebanyakan itu." Kebiasaan kebanyakan perempuan yang memprihatinkan: menghayati kegalauan. Maunya pengen nggak kepikiran tapi hawanya kalau lagi galau cuma tidur-tiduran, terus masih ditambah lagu-lagu galau. Ya gimana bisa ngga kepikiran. 

"Kita pasti tahu siapa orang yang kita suka, siapa orang yang kita cinta. Bahkan bagi seseorang yang belum menggenap, selalu ada kecenderungan agar orang tertentu yang bersedia menggenapinya lalu hidup berbahagia sebagai pasangan suami istri. Mereka tahu. Hati mereka merasakannya. Hati mereka sudah punya jawabannya. Tinggal masalahnya, mereka berani mengakuinya atau tidak. Bukan masalah berani mengakui apa tidak sebenarnya. Hanya saja, keberanian itu akan membedakan tindakannya. Orang yang berani mengakui perasaannya, tentu akan memperjuangkan apa yang dirasakannya. Sebaliknya, orang yang tidak berani, lebih memilih untuk menyimpannya, untuk melupakannya. Padahal bisa jadi, melupakan lebih sulit daripada memperjuangkan. Walaupun keduanya mungkin sama-sama terhormat bagi orang yang bisa melewatinya. Yang repot itu, tidak mau memperjuangkan tapi tak juga melepaskan. Terjebak pada perasaannya sendiri." Inget-inget tuh kalimat terakhir. Kalau ada yang terjebak, jangan kelamaan hahaha.

"Orang yang dasarnya baik itu nggak pilih-pilih. Dia akan berbuat baik pada siapapun. Kalau ada orang yang baiknya keterlaluan banget sama kita, tapi dia nggak baik sama orang lain, itu sudah pasti baiknya dibuat-buat, baiknya karena ada maunya. Kalau baiknya seperti itu, baiknya akan selesai setelah dia mendapatkan apa yang diinginkannya." Sebenernya wajar suka sama orang terus jadi baik sama orang yang disuka, tapi yang harus digarisbawahi, jangan lupa liat sikap dia ke orang lain kalau mau tau yang bersangkutan beneran baik apa enggak. 

"Aku tak tahu akan seperti apa kehidupanku dengan laki-laki yang baru aku kenal yang akan menggenapiku ini, tak ada yang tahu, Kalaupun nanti setelah menggenap harus repot karena banyak yang perlu disesuaikan, atau barangkali banyak masalah yang perlu diselesaikan, setidaknya aku repot untuk sesuatu yang sudah pasti, untuk sesuatu yang sudah menjadi bagian hidupku, dan memang sudah termasuk kewajibanku. Repot yang berujung pada kebaikan." :")

"Seandainya kamu dihadapkan pada dua pilihan, siapa yang lebih kamu pilih untuk menggenapi kehidupan kamu? Seseorang yang kamu cintai tapi tidak mencintai kamu, atau seseorang yang mencintai kamu tapi tidak kamu cintai?" Biasanya pasti pada milih yang pertama. Aku juga. Dulu. Sekarang yaa belum langsung berubah jadi yang kedua juga, tapi setidaknya sudah terbuka pikirannya tentang hal ini. Baca ini coba.

"Dan dewasa adalah kamu tetap menunaikan kewajiban kamu, seberat apapun kondisi yang menimpa kamu. Dewasa adalah kamu tetap memenuhi hak orang lain atas kamu, semenyebalkan apapun orang yang harus kamu penuhi haknya itu. Dewasa adalah memaafkan orang lain sebelum orang itu meminta maaf, bahkan tetap memaafkan jikapun orang tersebut tak memintanya. Bukan karena memaafkan itu sebuah keharusan, tapi karena dengan tidak memaafkan, kamu akan lebih menyakiti perasaan kamu sendiri. Dewasa tidak selalu kamu yang harus mengalah. Dewasa adalah kamu tau kapan saatnya mengalah. Bukan karena kamu takut ataupun lemah. Tapi terkadang, mengalah memang pilihan yang paling bijak. Dewasa adalah kamu mengurangi ego kamu, sebetapa sedikitpun ego yang kamu rasa. Bukan karena ego itu tidak penting, tapi karena menjaga kebersamaan selalu lebih penting daripada ego kita asing-masing." Ego....seringkali menang tanpa disadari. Kalau kata orang-orang tua: "nek rung wani ngalah ojo nikah".

"Laki-laki yang baik, akan mencari perempuan yang baik, dengan cara yang baik."

"Kamu bukan tanggung jawabku, begitu sebaliknya. Apalah artinya repot-repot menghabiskan pikiran dan perasaan untuk seseorang, yang sebenarnya orang itu bukan tanggung jawabnya kita. Apalah hebatnya berkorban untuk seseorang, yang sebenarnya orang itu tidak layak atas pengorbanan kita. Bukan berarti tak boleh. Hanya saja masih ada yang lebih berhak untuk bersemayam dalam pikiran dan perasaan kita, masih banyak yang lebih layak untuk mendapatkan pengorbanan kita; keluarga kita, orang-orang terdekat kita, orang-orang yang selama ini begitu berarti bagi kehidupan kita, mereka-mereka yang memang menjadi tanggung jawabnya kita. Bukan orang entah siapalah."

Sekian. Tertarik baca nggak? 

Wednesday, 19 April 2017

Selagi Masih Diberi Waktu, Mari Biasakan Sholat Tepat Waktu

Yuk saling menasihati dalam kebaikan :)

Bismillahirrahmanirrahim

Barangkali beberapa dari kita ada yang tidak mengetahui perihal pentingnya amalan salat tepat waktu, pun juga luput mencari tahu.
Barangkali banyak dari kita telah banyak tahu perkara amalan tersebut, tapi belum tergerak mengamalkannya.
Atau barangkali sebagian dari kita sudah mulai mengamalkannya, tapi lupa mengusahakan untuk istiqamah.
Pun barangkali ada dari kita telah istiqamah salat tepat waktu. Namun, sudahkah keikhlasan selalu mampu mengiringi?
Betapa manusia adalah makhluk yang lemah. Dan sesungguhnya, Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat.

Salat adalah tiang agama. Andaikan kita ingin membangun rumah tetapi tanpa tiang, barang tentu mustahil untuk berdiri. Apa bisa disebut sebagai rumah? Tentu tidak karena tiang adalah komponen utama pada sebuah rumah. Pun begitu utamanya kedudukan salat dalam Islam. Salat menentukan roboh atau tegaknya Islam dalam diri seseorang. Jika dilihat dalam arti lebih luas maka salat juga akan menentukan roboh atau tegaknya agama Islam dalam suatu zaman. Salat adalah amalan yang akan pertama kali dihisab. Orang yang salatnya baik akan selamat dan orang yang salatnya rusak termasuk golongan orang yang merugi.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah salatnya. Apabila salatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila salatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari salat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan salat sunnah?’ Maka salat sunnah tersebut akan menyempurnakan salat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.” (HR. Abu Daud, Ahmad, Hakim, Baihaqi).

Salat pada waktunya merupakan amalan yang paling utama. Dari Abu Amr Asy-Syaibani –yang bernama Sa’d bin Iyas-, dia berkata : Telah bercerita kepada saya pemilik rumah ini –dia mengisyaratkan dengan tangannya ke rumah Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu-, dia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam: “Amal perbuatan apa yang paling dicintai Allah?
Beliau menjawab : “Salat pada waktunya”
Saya bertanya : “Kemudian apa ?”
Beliau menjawab : “Berbakti kepada kedua orang tua”
Saya bertanya : “Kemudian apa ?”
Beliau menjawab : “Jihad di jalan Allah”

Sedangkan firman Allah mengenai orang-orang yang lalai dalam salatnya adalah sebagai berikut:
"Maka, kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lupa akan salatnya." [Al-Ma'un: 4-5].
Sa'ad bin Abi Waqqash berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang orang-orang yang lupa akan salatnya. Beliau menjawab, yaitu mengakhirkan waktunya."
Ya, mengakhirkan waktunya. Menunda-nunda. Bahkan seringnya sampai terburu-buru melaksanakan salatnya karena sudah akan masuk waktu salat berikutnya. Kemudian setelahnya kembali berkutat dengan aktivitasnya lalu kembali menunda untuk salat berikutnya. Astaghfirullah.
Adapun balasan untuk orang yang menyia-nyiakan salat tertulis pada ayat Al-Quran berikut ini:
"Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi dari keturunan Adam, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memper-turutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun." [Maryam: 58-60].
 Ibnu Abbas berkata, "Makna menyia-yiakan salat salat bukanlah meninggalkannya sama sekali, tetapi mengakhirkannya dari waktu yang seharusnya."
Ayat tersebut mengingatkan kita akan datangnya suatu masa yang kebanyakan penghuninya adalah generasi yang rusak, manjadikan hawa nafsu sebagai yang nomor satu. Generasi yang menyia-nyiakan salatnya. Astaghfirullah. Sungguh berbeda dengan generasi terdahulu dan generasi saat Islam pertama-tama disebarkan. Pada novel "Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan" karya Tasaro GK yang mengacu pada sumber-sumber terpercaya, ada sebuah paragraf yang pasti akan membuat kita benar terharu.
"Sebuah suara melengking dari masjid, lalu orang-orang serempak meninggalkan apapun yang tengah dia kerjakan sebelumnya. Mereka yang tengah berdagang, meninggalkan dagangannya. Mereka yang sedang mencangkul, melepaskan cangkulnya. Mereka yang beristirahat, buru-buru meninggalkan rumahnya. Serempak, tanpa seorang pun yang memberontak. Bergelombang penduduk kota menuju masjid dalam kepatuhan yang jauh dari imajinasi Abu Sufyan.”

Kemudian ketika kita bandingkan dengan masa sekarang.
Suara adzan tak membuat kita berhenti scroll sosial media.
Suara adzan tak membuat kita mengambil jeda sejenak untuk salat, tetap saja kita melaju di jalan raya. Setan pun berbisik, “Nanggung, bentar lagi sampai.”
Suara adzan hanya sekedar lewat, kemudian kembali sibuk bekerja.
Panggilan Allah tak lagi membuat kita bersegera karena takut siksa-Nya, lebih terasa takutnya ketika dimarahi bos, dicerca pelanggan, dsb.
Ya, kebanyakan dari kita masih seperti itu. Saya pun. Astaghfirullah.

Oleh sebab itu, selagi kita masih diberi waktu, yuk benahi salat kita. Sebelum penyesalan datang di hari kemudian. Selama belum menghadapi sakaratul maut, mulailah untuk salat tepat waktu dan peliharalah salat. Ingatlah selalu, saat ruh manusia telah sampai pada kerongkongan, saat itulah taubat manusia sudah tak lagi berguna.

Berbicara tentang penyesalan, kita semua pasti pernah merasakannya.  Menyesal ketika tidak bisa masuk di sekolah yang diimpikan karena kurang belajar, menyesal tak bisa membawa medali karena tak berusaha lebih keras, ataupun bagi yang orang tuanya sudah meninggal (Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'un), menyesal tak berbakti kepada orang tua selagi mereka masih ada. Namun, seperti waktu hidup di dunia yang sungguh tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan lamanya kehidupan di akhirat, pun penyesaan di dunia juga tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan penyesalan ketika di akhirat. Jangan sampai kita menyesal di hari kemudian karena lupa membawa amal saleh sebagai bekal, salah satunya adalah memelihara salat. Adapun tentang penyesalan, seperti tersebut dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang yang tak percaya bahwa setelah kematian dia akan kembali kepada-Nya, menemui penyesalannya ketika dihadapkan siksa kubur. Naudzubillah min dzalik.

Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin". [As Sajdah:12]

Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (Hari Kiamat); sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan". [As Sajdah:14]

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. [As Sajdah: 15]

Alangkah banyak sekali ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas mengenai salat. Tak kalah banyak pula ayat-ayat Al-Qur'an yang mengingatkan kita akan datangnya hari akhir. Manusialah yang memang seringnya tak mampu menggunakan indranya dengan semestinya. Betapa kita manusia adalah makhluk yang lemah.

“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.” [Taha:14].

“Sungguh, hari kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar setiap orang dibalas sesuai dengan apa yang dia usahakan” [Taha:15].

“Maka janganlah engkau dipalingkan dari (kiamat itu) oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan mengikuti keinginannya, yang menyebabkan engkau binasa” [Taha:16].

Mengubah kebiasaan buruk bukan hal yang mudah, seperti halnya mengubah kebiasaan menunda-nunda salat. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengubah kebiasaan tersebut:

1. Membuat alarm salat
Buatlah alarm salat. Semisal alarm untuk salat Ashar adalah 15.04 dan 16.00. Dua alarm tersebut untuk mengantisipasi jika kita masih melewatkan salat setelah adzan berkumandang. Jika sudah berhasil salat jam 16.00, ubah alarm menjadi 15.04 dan 15.30, dan terus perbaiki sampai terbiasa salat setelah adzan memanggil.

2. Banyak berteman dengan orang-orang saleh
Keberadaan seorang teman sedikit banyak akan mempengaruhi akhlak dan kepribadian kita. Oleh sebab itu, bertemanlah dengan orang-orang saleh. Mereka adalah salah satu dari banyak hal yang menginspirasi kita untuk melakukan kebaikan. Bersyukurlah ketika kita menemukan teman yang mau mengajak kita pada kebaikan dan tidak segan menasihati jika kita melakukan kesalahan.

3. Mendekatkan diri kepada Allah
Salat tepat waktu akan sulit dijalankan ketika kita jauh dari Allah. Mendekatkan diri kepada Allah bisa dengan memperbanyak amalan sunnah. Cobalah mulai untuk lebih memperbanyak dzikir dan istighfar dalam rangka mengingat Allah. Selain itu, semua takkan terjadi tanpa kehendak Allah. Maka, banyak-banyaklah berdoa agar diberikan kemudahan untuk bisa memelihara salat.

4. Membaca kisah Rasulullah SAW dan meneladaninya
Membaca kisah perjuangan Rasulullah SAW akan membuat kita lebih memaknai Islam dan mengerti akan sifat-sifat serta kebiasaan Rasulullah SAW yang seharusnya kita teladani. 

Wallahualam bi shawab.

Akhir kata, terinspirasi itu mudah, yang sulit itu konsistensi. Namun, hal yang sulit bukan berarti tak bisa diusahakan bukan? Sekian. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.

Sumber:
Al Qur’an
https://qurandansunnah.wordpress.com/2009/04/27/amalan-yang-paling-utama/
http://www.hisbah.net/salat-adalah-amalan-yang-pertama-kali-akan-dihisab/ 



Wednesday, 22 March 2017

To Read Book Lists

Seperti biasa, banyak buku yang ingin dibaca, tapi entah berapa persen yang tidak hanya menjadi wacana, wkwk. Kebanyakan adalah buku lama juga, entah mau nyari dimana.
Pertama di list tentu saja lanjutan dari "Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan". Novel tentang kisah Nabi Muhammad SAW (non fiksi) dan kisah tentang Khasva yang hidup pada jaman Nabi Muhammad SAW, sosok yang memiliki rasa penasaran yang tinggi perihal datangnya Nabi terakhir yang dijanjikan (fiksi). Keberanian Tasaro GK dalam mengisahkan Nabi Muhammad SAW bukan sebagai pure buku biografi patut diapresiasi. Bukan hal yang mudah dan mungkin akan menuai banyak pro-kontra. Namun, saya rasa berdampak positif karena bagi yang masih merasa berat membaca buku biografi Nabi Muhammad mungkin bisa memulainya dari novel ini. Sisi Tasaro GK yang saya sukai adalah ia dapat membawa pembacanya hanyut dalam ceritanya menuju penghayatan yang mendalam. Fyi, hujan dalam buku tetralogi Muhammad maksudnya adalah wahyu Tuhan.
Berikut adalah daftar buku yang ingin saya baca:
1. Muhammad: Sang Pengeja Hujan - Tasaro GK (4.35/5, 831 ratings, 2011)
2. Muhammad: Sang Pewaris Hujan - Tasaro GK (4.52/5, 93 ratings, 2016)
3. Muhammad: Generasi Penggema Hujan - Tasaro GK (4.61/5, 46 ratings, 2016)
Buku selanjutnya adalah buku-buku berbau sejarah. Saya tergelitik untuk membaca novel-novel berikut ini setelah membaca buku "Bumi Manusia" karya Pramoedya Ananta Toer.
4. Jejak Langkah - Pramoedya Ananta Toer (4.33/, 3537 ratings, 1985)
5. Rumah Kaca - Pramoedya Ananta Toer (4.28/5, 2619 ratings, 1988)
6. Arus Balik - Pramoedya Ananta Toer (4.33/5, 1047 ratings, 1995)
7. Burung-Burung Manyar - Y.B Mangunwijaya (4.1/5, 2664 ratings, 2004)
8. Catatan Seorang Demonstran - Soe Hok Gie (4.08/5, 3027 ratings, 2005) 
9. Para Priyayi - Umar Kayam (4.13/5, 1798 ratings, 1992)
10. Muhammad Al Fatih 1453 - Felix Y Siauw (4.44/5, 1640 ratings, 2011)
Selanjutnya adalah novel-novel ringan. Sudah lama sekali tidak menyentuh novel semacam ini. Novel yang bisa dikatakan cukup menghibur di kala suntuk. Tidak perlu mengerutkan kening untuk membacanya. Berbicara mengenai novel ringan saya teringat novelnya Nina Ardianti yang berkolaborasi dengan Moemoe Rizal. Novel berikut unik karena ditulis oleh dua pengarang, Nina mewakili sudut pandang tokoh perempuan dan Moemoe mewakili sudut pandang tokoh laki-laki.
11. Fly to The Sky - Nina Ardianti dan Moemoe Rizal (3.98/5, 1382 ratings, 2012)
Nah selanjutnya, cuma gara-gara liat spoiler novel berikut ini saya jadi penasaran pengen baca novelnya Pidi Baiq:
"Milea, kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau sore. Tunggu aja"
Meski penulisnya cowok, novel berikut romantis abis, dan juga laris. Super ringan dan kocak, walaupun agak "iyuh" sih kayaknya.  
12. Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 - Pidi Baiq (4.18/5, 7772 ratings, 2014)
13. Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 - Pidi Baiq (3.98/5, 5009 ratings, 2015)
14. Milea: Suara Dari Dilan - Pidi Baiq (4.16/5, 1705 ratings, 2016)
Berikutnya adalah kisah ayah yang romantis, mengangkat tema keluarga dan penuh inspirasi. Gaya bahasa nggak serius-serius amat dan nggak ngebosenin. Termasuk dalam daftar buku yang dapat memberi pengaruh positif.
15. Sabtu Bersama Bapak - Adhitya Mulya (4.27/5, 4248 ratings, 2014) 
List selanjutnya adalah tulisan mbak Windry yang dikenal lugas, tanpa basa-basi, apa adanya, dan seringnya "mak jleb"
16. Memori - Windry Ramadhina (3.91/5, 1497 ratings, 2012)
Kemudian berdasarkan rekomendasi teman saya, anak sastra yang tentunya bacaannya segudang, -novel semacam teenlit- yang bagus adalah novelnya Ilana Tan. Denger namanya yang unik dan semacam keren gimana gitu, saya pun berekspektasi kalau novelnya bagus hehe. Ilana Tan ini ternyata adalah penulis misterius, tidak mau membeberkan jati dirinya. Googling sekedar pengen tau dia cowok atau cewek pun tidak bisa ditemukan. 
17. Autumn in Paris - Ilana Tan (4.07/5, 9144 ratings, 2007)
Selanjutnya yaitu tentang kisah perjalanan. Berhubung belum punya kesempatan melihat Indonesia dari jauh, jadi yaa baca-baca perjalanan orang lain dulu lumayan juga.
18. The Naked Traveler: 1 Year Round The World Trip Part 1 - Trinity (4.04/5, 416 ratings, 2014)
19. Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan: Agustinus Wibowo (4.29/5, 1443 ratings, 2013)
20. Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah - Agustinus Wibowo (4.2/5, 1192 ratings, 2011)
Kemudian, yang berikut ini masuk list karena judulnya yang ece-catching.
21. The Hundred-Year-Old Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared - Jonas Jonasson (3.81/5, 128571 ratings, 2009)
Nah kalau yang ini random sih. Gara-gara pernah baca artikel di time.com kalau nggak salah.
22. A Tale of Two Cities - Charles Dickens (3.81/5, 658872, 2003)
Selanjutnya adalah kumpulan cerpen. Lumayan untuk selingan. Tidak membutuhkan waktu lama untuk membaca. Tidak harus menyelesaikan langsung semuanya karena penasaran terhadap kelanjutan cerita. Kalau nggak suka salah satu atau beberapa cerpen bisa di skip.
23. Menuju(h) - Aan Syafrani (3.48/5, 243 ratings, 2012)
24. Sepotong Senja Untuk Pacarku - Seno Gumira Ajidarma (3.94/5, 1216 ratings, 2002)
25. Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi - Seno Gumira Ajidarma (3.7/5, 615 ratings, 1995)
26. Sebuah Pertanyaan untuk Cinta - Seno Gumira Ajidarma (3.73/5, 689 ratings, 2003)
27. Kambing dan Hujan: Sebuah Roman - Mahfud Ikhwan (4.02/5, 198 ratings, 2015)
28. Si Janggut Mengencingi Herucakra - A.S. Laksana (3.67/5, 73 ratings, 2015)
Berikutnya adalah tentang kisah nyata mengenai semangat perjuangan tokoh dalam hal berbagi dan membawa perubahan. Dialah Butet Manurung, salah seorang pelopor Sokola Rimba, sekolah bagi suku di pedalaman Jambi.
29. Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba - Butet Manurung (4.19/5, 629 ratings, 2007)
Selanjutnya, buku dari tokoh muslimah yang menginspirasi. Semoga isi buku ini tidak hanya terlalu banyak quote tapi juga penuh pengalaman yang inspiratif.
30. Awe-Inspiring Me - Dewi Nur Aisyah (4.0/5, 6 ratings, 2017)
Terakhir adalah buku yang baru sebagian dibaca dan masih saja belum terselesaikan. 
31. The Alchemist - Paulo Coelho (3.81/5, 1389169 ratings, 1993)
32. Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik - Martin Lings (4.55/5, 6628 ratings, 2007)
Sekian. Mungkin ada rekomendasi buku bagus dari kalian?
Sumber: goodreads.com, diakses pada 23 Maret 2017







Friday, 3 March 2017

Kamu Anak Teknik UGM?

Sebelumnya mohon maaf kalau konten tidak sesuai ekspektasi wkwkwk
Beberapa hari yang lalu saya mengikuti tes rekrutmen Djabesmen.Co di Wisma Syantikara, Jl. Colombo, Yogyakarta. Setelah tes usai, yaitu sekitar pukul lima sore, saya pun pulang dan berjalan ke parkiran. Suasana sudah sepi, hanya tinggal motor saya dan teman saya. Dan saya dikejutkan dengan helm hitam merk JIVI berstiker UGM dan Fakultas Teknik yang tiba-tiba sudah ada di motor saya. Kemungkinan tertukar dengan helm RN berwarna hitam milik saya.
Beberapa teman saya bilang, "dituker kali", tapi cukup heran aja sih kalau beneran dituker mengingat bahwa:
1. Helm saya bukan helm bagus
2. Kaca helm saya sudah tidak bening
3. Dengan melihat stiker yang tertempel, kemungkinan milik anak Teknik UGM. Masa iya anak Teknik UGM mentalnya tukang nuker helm?
Kemungkinannya:
Si A pemilik helm tersebut parkir motornya deket saya. Si B menjatuhkan helm A dan helm saya, kemudian helm A ditaruh di motor saya dan sebaliknya. Si A pulang. Mungkin saking frustasinya karena nggak lolos tes sampai-sampai tidak menyadari kalau helmnya menjadi agak aneh. 
Nah, siapa tau kalian yang baca ini adalah si A yang juga sedang bingung mau menukar helmnya karena di helm saya tidak saya cantumkan nomor hp saya. Yaiyalah.
Saya sih mikirnya bukannya pake helm milik orang lain meskipun bagus tetap nggak nyaman ya di kepala? Dan helm jivi ini longgar banget buat kepala saya. Kalau berkendara dari Teknik UGM ke Mirota Kampus, helmnya lama-lama merosot nutupin mata. Kalau buat ngebut apalagi :"
Saya sudah tidak berharap helm saya balik kok, tapi kalau balik ya masih diterima. Setidaknya udah lega kalau udah usaha nyari dan numpahin uneg-uneg disini, wkwkwk.
Sekian. 

Thursday, 2 March 2017

Ahmad Ataka: Bergerak Menginspirasi, Menuntut Ilmu dengan Kesungguhan Hati


Muda, berprestasi, tetapi tetap rendah hati. Dialah Ahmad Ataka, penulis buku “Inspirasi dari Tanah Eropa” yang saat ini sedang menempuh studi doktoral bidang Mechatronics, Robotics, and Automation Engineering di King's College London. Sosok yang tidak hanya berani bermimpi, tetapi juga mau bekerja keras mewujudkannya. Namanya mulai diperbincangkan publik sejak dikabarkan oleh media bahwa Ataka menjadi satu-satunya orang Indonesia yang terlibat dalam proyek STIFF-FLOP, sebuah proyek pengembangan soft robot elastis untuk keperluan bedah tubuh manusia. Proyek ini berada di bawah naungan European Commission yang melibatkan 12 institusi dari berbagai lembaga riset dan universitas ternama di Eropa. Putra sulung dari alm. Ahmad Taufiqurrohman dan Nur Hilawah yang memiliki nama panjang Ahmad Ataka Awwalur Rizqi ini pernah berujar bahwa baginya nama tak hanya sebatas doa orang tua, tetapi juga sebuah tanggung jawab. Memiliki nama yang berarti “orang terpuji yang kedatangannya menjadi rizki” mendorongnya untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang semakin pantas mengemban amanah dari namanya.

Thursday, 1 December 2016

Tips Agar Tidak Mati Gaya Sehabis Sidang

Mahasiswa tingkat akhir, nunggu jadwal sidang nggak keluar-keluar. Nggak ada kerjaan. Atau mahasiswa tingkat akhir, udah sidang, revisi kelar, ngurus yudisium udah, wisuda masih lama. Atau udah lulus, masa aktif kos beum habis dan sayang kalau nggak dihabisin. Mati gaya.
Kalau saya sih masuk tiga-tiganya :”

Waktu itu saya nunggu jadwal sidang hampir dua bulan. DUA BULAN. Saya yang dulunya merupakan tipe orang yang nggak doyan drama korea atau bisa dikatakan cuma mau nonton yang bagus aja misalnya full house, reply’s 1988, dan “yang lain yang udah lupa judulnya”, gara-gara nggak ada kerjaan saya jadi nonton banyak banget drama korea mulai dari Master’s Sun (favorit banget ini), moon light, K2, high and crush, cinderella, scarlet heart, dan lain-lain yang nggak ada bagus-bagusnya aja saya tonton.
Lama kelamaan saya merasa bersalah juga ke Jogja isinya cuma buat nonton drama korea padahal bayar kos dan biaya hidup ngabisin duit. Akhirnya, saya mencoba untuk mengisi kegiatan dengan hal-hal produktif. Apa aja sih?
1.       Memadatkan jadwal les
Saya mengajar di Neutron dan YEC. Kalau ada yang minat part-time ngajar, lamar aja disitu. Fee sekitar 35-50. Saya padatkan jadwal ngajar menjadi 3-6 kali seminggu.
2.       Les bahasa inggris
Tentu saja saya mencari yang gratis, wkwkwk. Sebenarnya banyak kok lembaga atau komunitas yang lumayan rutin mengadakan conversation class dan siapa aja boleh ikut, salah duanya ILC UGM dan Direct English.
Masalah utamanya biasanya cuma mager, entah karena nggak ada temen atau karena malas bergabung di lingkungan baru. Kalau saya lebih suka ikut Open English yang diadakan oleh EIC, pengajarnya bule. Kantornya ada di deket Els daerah Terban. Open English merupakan kelas yang cocok untuk pemula. Biasanya materinya berupa games, reading bareng dan diskusi, penambahan vocabulary, dsb.
3.       Olahraga
Kalau waktu nunggu jadwal sidang sih enak bisa ke GMC pake harga mahasiswa. Yoga cuma 2000 fitness cuma 3000 atau kalau mau yang gratis aerobik. Sekarang saya udah lulus, udah nggak harga mahasiswa lagi huhu. Akhirnya pilih jogging di GSP, biar bangun pagi, efek nggak ada kerjaan itu biasanya bangunnya jadi siang pake banget.
4.       Ikut acara-acara gratisan
Udah gratis, apalagi kalau ditambah gratis snack, seminar kit, dan makan siang. Makin menarik wkwkw, maklum anak kos, oportunis, wkwk. 
ECC lumayan sering ngadain acara gratisan. Waktu itu saya pernah ikut Friday Indepth PT Omya Indonesia. Saya juga baru tau kalau PT Omya Indonesia produknya itu kalsium karbonat. Lumayan di akhir sesi ada kuis dan saya dapet flash disk. Pas banget flash disk habis ilang. Pernah juga ikut pembuatan CV dan cover letter. Lumayan bermanfaat kok.
Di perpus teknik saya pernah ikut pelatihan jurnalistik, temanya nulis artikel. Pembicaranya salah satunya redaktur surat kabar harian Kedaulatan Rakyat. Lumayan asik acaranya dan membuat saya menyadari satu hal, kalau mau nulis opini dan dimuat di koran itu setidaknya menulislah sesuai background kita, kalaupun tulisan kita bagus tapi latar belakang keilmuan kita tidak mendukung biasanya tidak dipercaya, kurang dipertimbangkan untuk dimuat lah intinya. Bukan berarti tidak mungkin, tapi lebih mudah untuk bisa dimuat jika sesuai background.
Di perpus pusat saya pernah ikut acara yang diadakan oleh Paragon. Paragon itu itungannya nggak pelit sih kalau berbagi produk atau sesuatu sewaktu ngadain acara. Luamyan pokoknya kalau dapet produk. Temanya waktu itu seputar kecantikan dan personal branding. Yang kedua pernah ikut acara public speaking, pengisinya direktur perusahaan Jebsen and Jessen. Temanya tentang presentasi. 
Pernah juga ikut acaranya DSSDI tentang pelatihan office 365, office online, bisa diakses gratis oleh mahasiswa UGM. Yang menarik dari acara ini adalah dapet snack, dapet makan siang dan dapet flash disk 16 GB, hehe.
Pernah juga FIB UGM ngadain acara try out bahasa inggris gratis. Selain dapat sertifikat juga dapat snack dan insentif 50K (setara dengan ngajar privat 1x wkwk)
Jurusan juga biasanya ngadain acara-acara gratis. Kalau di teknik kimia UGM sih baru-baru ini saya ikut seminar safecom yang khusus untuk internal.
Ada juga komunitas jogja yang memfasilitasi acara gratisan, yaitu Akademi Berbagi. Macem-macem acaranya. Waktu itu saya pernah join, pembicaranya Rene Suhardono, membahas seputar passion, pendidikan, dan juga pekerjaan. Ada seorang penanya yang mebuat saya berpikir, yaitu seorang ibu yang berpikir pendidikan di Indonesia tidak efektif kemudian menyekolahkan anaknya di sebuah komunitas bersama dengan orang yang sepemikiran. Bagus sebenernya, luar biasa berani, tapi psikologi anak juga harus dipikirkan. Ketika ditekan keluarga besar karena tidak sekolah, ditanya teman sebaya yang sekolah, pemikiran yang belum matang (tidak sekolah di lembaga formal bukan karena pilihan sendiri), kerja di Indonesia masih banyak yang butuh ijazah, dsb. Adakalanya juga komunitas pun pada kenyataannya tidak seideal yang diharapkan. Kalau saya sih lebih prefer pendidikan formal, akan tetapi pandai menyaring dan pandai memanfaatkan fasilitas, dan mencari di luar apa yang belum ada. Duh ngelantur. Oke lanjut ke poin lima.
5.       Ikut acara-acara berbayar
Acara yang saya ikuti akhir-akhir bulan ini adalah:
Kakaonesia yang diadakan oleh KMTPHP UGM. Talkshownya menarik, ada dosen yang berperan dalam pengembangan industri kecil kakao di masyarakat, ada perwakilan dari masyarakat yang terlibat dalam proyek pengembangan tersebut, ada founder Kampung Coklat yang bisnisnya udah maju banget, ada juga praktisi industri kakao. Membuka wawasan banget lah pokoknya. Ada tutorial pembuatan coklat dari ahlinya juga. Bikin leleh. Terus di akhir ada doorprize dan alhamdulillah dapet doorprize karaokean sama Es Bowlling. Tau banget menu doorprize favoritku wkwk.
Grand Seminar National Safety Competition yang diadakan oleh KMTK. Lumayan menarik talkshownya. Tempatnya juga cozy, di Crystal Lotus. Pembicaranya ada dari Chevron, Petrogas, dan satu lagi lupa :” Setelah talkshow dilanjutkan sesi materi. Saya mengambil kelas bioproses dan agak kecewa sih sebenarnya karena materinya bahas safety secara umum lagi, kurang ditekankan bioprosesnya. Lebih asik sebenernya kalau banyakan cerita tentang pengalaman terkait safety di bioproses. Setelah itu lanjut FGD. Kemudian menyadari bahwa meyakinkan orang itu nggak mudah.
Petrotraining yang diadakan oleh SPE UGM. Saya pilih geothermal class. Meskipun pembicaranya cuma satu dan materinya sempet bikin ngantuk saking lamanya tapi materinya bermanfaat banget. Setelah sesi materi dilanjutkan sesi FGD. Kelompok saya menang dan diundang makan malam di hotel Dafam. Saya sempat mengira makan malem sama pembicaranya wkwk ngarep banget, ternyata sama peserta paper competition. Acara pengumuman pemenang ternyata, baru tau kalau ternyata ada lomba paper.
Engineering Career Workshop yang diadakan oleh Cendekia Teknika UGM. Saya ikut ini sebenernya karena sebagai alumni CT pengen tau kabar CT sekarang, kalau ngadain acara udah semaju apa. Waktu sesi talkshow, iseng nanya, eh ternyata yang nanya dapet tumblr. Moral valuenya, bertanyalah siapa tau ada hadiah wkwk. Lumayan, kebetulan botol minum yang dulu dapet hadiah dari tuker kado ketinggalan di kpft terus ilang wkwk. Selain itu peserta juga dapet bonus free class dari Eureka Consultant, temanya bebas pilih mulai dari public speaking, leadership atau yang lainnya.
Pelatihan pembuatan motivation letter dan sharing beasiswa yang diadakan oleh ILC UGM. Ada awardee Australia, LPDP, Fullbright, dan YSEALI. Inspiratif dan mencerahkan. Meskipun jadi bikin minder juga wkwkwk. Jadi, bagi kalian yang mau dapet beasiswa S2 usahakan udah dipersiapkan sejak dini, tahun kedua kuliah misalnya.
6.       Jalan-jalan!
Dulu awal semester saya bahkan menargetkan harus mengunjungi semua pantai yang ada di Jogja! Wkwkwk muluk banget. Sebagai orang Temanggung yang tempat wisatanya kurang banget dibanding Jogja saya merasa bersyukur banget hidup di Jogja. Gampang banget lah cari tempat asik buat jalan.
7.   Baca Buku
Akhirnya, buku menarik yang wacana mau bacanya udah dari kapan lalu dan beberapa buku yang beli waktu cuci gudang gramedia tersentuh juga. 
8.     Melamar Kerja
Lhoh kok malah di akhir? Bukan berarti prioritas terakhir kok :” Soalnya melamar kerja ini benar-benar bukan kategori mengisi waktu luang. Cuma butuh waktu bentar soalnya. Yang lama ituu.....nunggunya. Nunggu sesuatu yang tak pasti :”
Selamat mantengin ecc.ft.ugm.ac.id, alumni.ugm.ac.id, jobstreet.co.id, topkarir.com, dsb untuk para pengangguran senasib! Good luck!

Sekian untuk postingan panjang ini. Kebiasaan nih, kalau udah nulis keasikan, wkwk. Sebenernya niatan bergadang mau bikin presentasi malah nyasar kesini :"