Tuesday, 10 February 2015

Film Paling Kece versi Saya

Judul yang benar dari postingan ini cukup panjang sebenarnya, yaitu “Film yang ditonton Saat Liburan Semester 5 yang Paling Kece versi Saya”, hehee. Biasanya sebelum liburan dimulai, saya menyiapkan amunisi film atau buku bacaan yang banyak untuk jaga-jaga kalau liburan bosan tidak ada kerjaan. Saking banyaknya, terkadang beberapa film hanya membuat penuh isi laptop tanpa ditonton. Makanya jangan heran kalau film dibawah ini tidak semuanya baru, beberapa adalah sisa sisa amunisi liburan semester lalu.
Film yang menurut seseorang sangat bagus bisa menjadi sangat buruk bagi orang yang lainnya. Tergantung selera masing-masing. Kalau saya sendiri sih suka menonton film apa saja, kecuali film horor (kecuali kalau nontonnya bareng-bareng), film yang terlalu banyak darah (mau nonton bareng juga ogah), film yang drama buanget, dan film dengan ending yang menggantung serta tidak masuk akal (contohnya Gone Girl, katanya sulit ditebak, padahal menurut saya tidak, dan endingnya itu lho sangat disayangkan -_-).
Berikut film paling kece tersebut:
1. Big Hero 6 (2015)
Film yang lucu dan menghibur. Jadi, meskipun ceritanya biasa saja tetep nggak ngebosenin. Ceritanya tentang si jenius Hiro yang berhasil membuat robot super canggih demi agar bisa di terima di universitas hebat tempat kakaknya kuliah, tetapi robot tersebut disalahgunakan oleh oknum lain sehingga berbahaya. Hiro dibantu dengan Baymax (robot yang berperan sebagai asisten kesehatan pribadi peninggalan dari kakaknya) dan superhero lainnya (teman-teman kakaknya) berusaha menumpas kejahatan tersebut.


Baymaxnya nggemesin bangeeet

2. Interstellar (2014)
Film ini mengisahkan tentang usaha manusia mencari planet yang mungkin dijadikan tempat tinggal baru bagi manusia, konflik yang menonjol adalah antara sang ayah yang mendapat misi ke luar angkasa dan anaknya yang tidak rela ayahnya pergi. Haruskah meninggalkan keluarga demi menyelamatkan ratusan penduduk bumi ?Ceritanya bagus pokoknya. Latar tentang luar angkasa juga tidak terkesan "ngawur'' dan "wagu".
Film ini juga menambah pengetahuan kita tentang fenomena-fenomena yang berkaitan dengan ilmu fisika *dan saya masih tidak bisa memahami sepenuhnya tentang 4D dan 5D, tolong.

Pohon jagung yang terpaksa dibakar karena hama menular sangat cepat (http://jejakcandra.blogspot.com/2014/11/pertanyaan-dan-jawaban-seputar-film.html)

Pasang yang sangat amat tinggi sampai-sampai dari jauh seperti pegunungan.

3. PK (2014)
Film india yang bagus selain 3 idiot. Film ini menceritakan tentang seorang makhluk planet lain yang berkunjung ke bumi tetapi dikemas dengan sudut pandang yang lain, tidak seperti film kebanyakan. Ceritanya lebih ke bagaimana dia menyesuaikan dengan para manusia dan kehidupan di bumi dan temanya lebih ke kritik sosial, yaitu agama. Si PK penasaran kenapa Tuhan manusia yang satu dengan yang lain berbeda-beda, siapa Tuhan yang benar ?Filmnya lucu karena tingkah aneh dari si PK ini.

4. The Theory of Everything (2014)
Cerita biografi Stephen Hawking “Traveling to Infinity: My Life with Stephen", salah satu fisikawan terkemuka di dunia. 
Kisahnya diceritakan dari saat Stephen mengejar impiannya, jatuh cinta dengan Jane, sampai saat mengalami penyakit syaraf -dan Jane masih mendukungnya, sampai akhirnya mereka menikah, kemudian punya anak, kehidupan yang rumit dengan semakin parahnya kondisi Stephen. Tidak diragukan lagi mengenai cinta Jane terhadap Stephen, akan tetapi karena kondisi tersebut, ditambah dengan hadirnya orang ketiga, terkadang keputusan yang berat memang harus dijalani karena mungkin itulah yang terbaik.

5. John Wick (2014)

Ceritanya tentang seorang pebunuh bayaran kelas kakap yang ingin bertaubat. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa masa lalu adalah bagian yang mempengaruhi masa depan. Ketika seorang pemuda mencuri mobilnya dengan sangat tidak hormat, naluri John Wick untuk membunuh kembali memanggilnya. Pertempuran yang menegangkan, karena ternyata seorang pemuda tersebut adalah putra dari seorang pembunuh bayaran. Ayah dari pemuda tersebut paham benar tentang siapa John Wick, ia kemudian mengajak seorang pembunuh bayaran yang menurutnya setara dengan John Wick untuk bekerja sama menghabisinya.

6. The Hobbit The Battle of The Five Armies (2014)
Yang mengikuti The Hobbit pasti udah nonton lah ya. Cerita tentang tikus cerdas yang tidak sengaja mengalami petualangan yang seru bersama Thorin. Ini adalah seri terakhir The Hobbit yang memuaskan.

7. And So It Goes (2014)
Ceritanya tentang Leah yang bertetangga dengan Oren -orang yang sangat menyebalkan dan tidak berperasaan. Suatu hari, Oren yang tidak memiliki pengetahuan tentang menjaga anak membuatnya kebingungan karena anaknya memintanya untuk menjaga cucunya sementara sang anak sedang di penjara. Leah-lah yang akhirnya kena getahnya untuk membantu Oren merawat cucunya, naluri keibuannya tidak tega membiarkan cucu Oren hidup bersama seseorang seperti Oren. Dari situlah kisah Oren-Leah berawal. Cerita yang bagus. Terkadang juga lucu.

8. Cold Eyes (2013)
Film Korea. Cerita tentang detektif. Seru. Menegangkan. Meskipun endingnya ada yang sedikit kurang greget.

9. Rush (2013)
Ceritanya tentang balap mobil. Berdasarkan kisah nyata dua legenda juara dunia, James Hunt dan Niki Lauda. Yang bikin seru, kedua pembalap tersebut memiliki karakter yang sangat berbeda. Yang satunya santai, menganggap hidup untuk bersenang-senang, membalap adalah olahraga yang menyenangkan, kurang dewasa dan tidak bisa berkomitmen dalam hubungan. Sedangkan yang satunya lagi serius, menganggap balap adalah olahraga sekaligus profesi, sangat perhitungan, disiplin, ambisius.
Keren banget lah. Kadang bikin deg-degan. Kadang bingung mau njagoin yang mana.

10. Jagten aka The Hunt (2012)
Ide ceritanya unik. Menceritakan tentang Lucas yang suka bermain dengan anak-anak, difitnah melakukan hal tidak senonoh pada Klara, anak sahabatnya sendiri. Bermula dari perkataan Klara yang dianggap serius dan kemudian dianggap masalah besar oleh Kepala Sekolah. Kesalahpahaman yang membuat Lucas menderita dan dikucilkan. Termasuk oleh sahabatnya sendiri. Masalah sepele sebenarnya. Tapi, siapa juga yang tidak khawatir jika itu melibatkan anaknya? Dan siapa sih yang tidak percaya dengan anak kecil?
Emosinya sampai banget ke penonton. Bikin kesel sendiri kadang haha. Kasian banget si Lucas. Yang bikin penasaran, siapa sih yang bunuh anjingnya Lucas? Udah sedih masih tega banget bikin tambah sedih.

11. Paradise Kiss (2011)
Film Jepang. Kalau yang pengen tontonan ringan, nonton ini aja :)
Menceritakan tentang pencarian jati diri tokoh utama, sebenarnya apa yang diinginkannya?

Yukari, siswi SMA yang dari kecil studi oriented karena tekanan ibunya, hingga suatu ketika ia bertemu dengan Arashi, pria tak dikenal yang memintanya menjadi modelnya di acara Fashion Show Graduation. Dari situlah cerita bermula.

12. Source Kode (2011)
Film yang dibintangi Jake Gylenhall memang biasanya bagus. Film ini tentang "merubah masa lalu dan menyelamatkan masa depan" dengan menggunakan pikiran dari orang yang telah meninggal. Ya kurang lebih seperti itu. Keren.

13. Rabbit Hole (2010)
Menceritakan tentang sepasang suami istri yang mengalami kesedihan yang panjang karena kehilangan anaknya. Kesedihan yang membuat keduanya tidak menyadari bahwa keduanya masih mempunyai hal yang harus disyukuri, yaitu mereka sendiri. Sejak itu, mereka seperti hidup masing-masing dan rumah selalu dipenuhi ketegangan. Keduanya memiliki cara tersendiri untuk menghilangkan kesedihan mereka. Sang suami memilih untuk bergabung dengan perkumpulan orang-orang yang senasib untuk mencoba saling menguatkan -hingga akhirnya membuatnya hampir terlibat perselingkuhan, sedangkan sang istri memilih untuk menguntit orang yang dulu menabrak anaknya yang akhirnya membuatnya memilh untuk tidak membencinya.
Pada akhirnya, keduanya menyadari bahwa cara untuk keluar dari kesedihan itu adalah menghadapinya bersama-sama.

14. Click (2006)
Film yang konyol tapi sarat makna. Menceritakan seorang laki-laki yang memiliki kemampuan mengatur kehidupan layaknya sebuah film DVD berkat sebuah remote kontrol ajaib. Intinya, remote tersebut bisa digunakan untuk mengontrol hidupnya. Jika istrinya sedang mengomel, bisa dikecilkan volumenya sehingga tidak terdengar apa-apa. Jika anaknya nakal bisa di-pause. Jika ingin melewati salah satu bagian hidupnya, tinggal di-forward dll. Benarkah kehidupan seperti yang diinginkannya yang akan membahagiakannya?

15. Memento (2000)
Menceritakan tentang seseorang yang terganggu ingatannya, yaitu kehilangan memori jangka pendeknya. Ketika sedang melakukan sesuatu, beberapa menit kemudian dia tidak ingat apa yang sedang dilakukannya. Hal ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk memanfaatkan kekurangannya tersebut. Seandainya alurnya maju, film ini mungkin cukup datar. Akan tetapi karena dibuat alur campuran, film ini membuat penasaran, menegangkan, dan juga agak membingungkan. Jika selesai nonton masih bingung, bisa baca ini
  Sekian.

Tuesday, 3 February 2015

"Idealisme" Dulu dan Sekarang

Masih ingat ketika semester awal dulu.
Setiap kali habis ujian saya selalu mencari tahu perihal jawaban saya benar atau tidak kemudian membuat prediksi nilai. Satu demi satu nilai keluar. Semua sesuai prediksi kecuali satu mata kuliah. Saya benar-benar tidak bisa mengerjakannya dengan baik, tapi adalah nilai A yang muncul. Kemudian esok paginya saya menemui dosen pengampu mata kuliah tersebut perihal nilai saya yang ajaib. Ternyata keheranan saya masuk akal karena nilai yang benar adalah B.
Mungkin jika hal itu terjadi sekarang, entah saya akan protes atau tidak. Mungkin saya lebih suka menganggap itu adalah keberuntungan mengingat penurunan nilai adalah ‘sesuatu’ untuk ipk yang semakin memprihatinkan ini –disamping mata kuliah sekarang memang semakin susah dan semakin sulit diprediksi nilainya
Simpel saja. Jika lebih baik dari yang diprediksi, anggap saja beruntung. Jika lebih jelek dari yang diprediksi, anggap saja ‘apes’. Selesai.
Jika nilai lebih jelek dari yang diprediksi maka malas beribet-ribet memperjuangkan apa yang belum tentu seperti yang dipikirkan.
Jika nilai lebih bagus dari yang diprediksi,  tidak ada lagi kekhawatiran “bagaimana jika nilai saya lebih baik daripada kapabilitas saya sebenarnya?”
Entah karena memang ingin lebih simpel atau idealisme yang semakin luntur.
Dulu saat saya SD, sewaktu ulangan sering menutupi jawaban rapat-rapat demi agar tidak dilirik teman sebelahnya –padahal teman sebelahnya juga melakukan hal yang sama, tidak berniat melirik.
Akan tetapi, saat UN adalah guru yang mengajari saya dan teman-teman lain untuk “saling membantu” agar semuanya lulus. Bagaimana bisa seorang guru mengajari menyontek kepada murid-muridnya yang tentu saja masih polos dan kemungkinan besar akan menurut? Kenapa tidak memberikan jam extra saja kepada –yang mereka anggap tidak lulus jika tidak dibantu? Tidak ingin repot?
Dulu, pelajaran SD/SMP/SMA tidak se-rumit pelajaran SD/SMP/SMA jaman sekarang. Kemajuan memang. Akan tetapi, dengan semakin sulit materi yang diajarkan, saya khawatir akan lebih banyak yang memilih mencari jalan pintas. 
SMA saya dulu SMA yang biasa saja dari segi akademik, menyontek adalah hal biasa. Meskipun tetap saja ditegur jika ketahuan. Saat UN teman-teman saya banyak yang menyontek. Bahkan saya yakin –pengawas juga melihatnya. Mengapa mereka membiarkannya? Mungkin ‘pura-pura tidak tahu’ lebih simpel daripada harus mempertahankan idealisme sebagai seorang guru yang melarang keras menyontek dan harus repot-repot kena getahnya karena mencoreng nama sebuah SMA.
Dulu, awal-awal saya kuliah –saya tahu UGM bukan universitas sembarangan, saya bangga karena tidak lagi melihat kecurangan saat ujian dan atau semacamnya. Akan tetapi, semakin semester lanjut ternyata tidak lagi seperti dulu. Lagi-lagi, idealisme semakin luntur.
Ada yang bilang, pendidikan di Indonesia memang lebih ke orientasi pada nilai, bukan moral dan atau karakter. Saya setuju. Padahal, betapa ketidakjujuran itu efeknya sangat luas terhadap perkembangan bangsa ini.

Thursday, 29 January 2015

Jalan-jalan ke Kulonprogo Yogyakarta

Sedang di Jogja?
Nganggur?
Pengen jalan-jalan tapi bingung mau kemana?
Ke Kulonprogo aja guys :)))
Wisata di Kulonprogo banyak macamnya dan jarak antara tempat wisata yang satu dengan yang lainnya tidak cukup jauh. So, seharian di Kulonprogo tidak akan terasa membosankan. Cukup dengan menempuh perjalanan selama kurang lebih 45 menit sampai 1 jam dari Jogja kota (malioboro), anda sudah sampai ke Kulonprogo.
1. Makam Astana Girigondo
Merupakan makam keluarga Paku Alam yang selain dikunjungi para pe-ziarah juga dikunjungi para wisatawan. Bagi orang non-jogja mungkin bertanya-tanya "Paku Alam itu apa?". Paku Alam adalah wakil gubernur Yogyakarta. Jadi, bentuk pemerintahan kota istimewa Yogyakarta adalah kerajaan yang dipimpin oleh gubernur yaitu sultan (Sri Sultan Hamengkubuono I, II, dst) dan wakil gubernurnya paku alam (kece banget kan dari dulu masih saja dipimpin sultan dan adem ayem nggak ada pemberontakan). Nah, makamnya wakil gubernur jogja dan saudara serta kerabatnya ada di Girigondo sedangkan makamnya gubernur jogja dan kerabatnya serta saudaranya ada di Imogiri (Bantul, Yogyakarta). Kurang lebih begitu.
Terus kenapa para wisatawan tertarik untuk wisata ke makam? Mungkin karena selain unik, pemandangan di sekitarnya juga bagus. Biayanya terserah. Gratis kalau situ tega nggak masukin uang ke kotak amal.
makam astana girigondo
2. Pantai Glagah
Pantai Glagah itu unik banget. Kita bisa menyusuri dermaganya sambil menikmati indahnya pantai ini. Hal lain yang menarik adalah ada pemecah ombaknya. Jadi, tidak perlu takut jika ingin disiram ombak tanpa takut terseret. Tinggal berdiri di dekat-dekat tetrapodnya kemudian nunggu ombak mampir memecah tetrapod dan buihnya menghambur memandikanmu wkwk. Sensasinya luar biasa. Selain itu, disini kita juga bisa menikmati Sunrise dan juga Sunset karena pantai Glagah membentang luas tidak tertutup bukit atau sesuatu yang menjadi penghalang untuk melihat matahari muncul dan tenggelam. Laguna (semacam telaga atau danau yang diakibatkan oleh terjebaknya ombak laut di daratan yang memiliki cekungan cukup dalam) yang cukup panjang dan menawan juga menjadi salah satu keunggulan pantai ini. Bisa naik perahu sambil mengarungi laguna tersebut. Retribusi cuma 3000 rupiah.
Pantai Glagah, Dua Sisi yang Berbeda
Pantai Glagah, (Ana, Saya)
Pantai Glagah dan Icon Pemecah Ombak
Menikmati Ombak di Pantai Glagah

Naik ke Atas Tatrapod di Pantai Glagah
3. Waduk Sermo
Merupakan waduk satu-satunya di Jogja lho. Berlatar hutan dan pegunungan Menoreh. Kita bisa mengelilingi waduk dan menikmati pemandangan sekitar dengan perahu wisata.  Retribusi cuma 4000 rupiah.

waduk sermo
sekitar waduk sermo


4. Kalibiru
Kali biru merupakan kawasan wisata di Bukit Menoreh dengan ketinggian 450 mdpl. Dari ketinggiannya dapat dilihat bahwa kawasan ini menyuguhkan pemandangan dari atas.Terkenal dengan gardu pandangnya, salah satunya Gubug yang terletak di atas pohon *buat foto pre-wed bagus wkwk. Akan tetapi, saya dan rombongan tidak sempat berfoto disitu gara-gara ANTRI dan tidak begitu tergerak karena dikenakan biaya 10.000 rupiah. Mainstream pula. Lebih baik foto disini. Gratis. Hahahaha.
pemandangan waduk sermo dari kalibiru
 
wisata kalibiru































    




Retribusi ke kalibiru 5000 rupiah. Jalan menuju kalibiru dipenuhi dengan tanjakan yang jika anda memboncengkan a-big-person dengan motor matic, maka hati-hati :p
Masih banyak lagi sebenarnya wisata di Kulonprogo, tapi sehari tidak cukup kawan.
Next ke Puncak Suroloyo dan wisata lain yang ada di Kulonprogo. Masih banyak kok.
Sekiaaaan. Terimakasih kepada Anna M Rahmah atas rumahnya dan kesediaannya untuk menjadi Tour Guide hehehee :))

Tuesday, 13 January 2015

A Years With MB UGM, Not Only Marching

Marching Band gives us so much more than some songs and a uniform. It’s gives us lessons that we take with us for the rest of our lives
So true. Mau tahu kenapa ?Harus jadi anak Marching dulu, heheheee. Kata orang, Marching Band itu keras. Tidak salah. Itulah yang membuat kita anak Marching banyak menemukan pembelajaran disini. Kata orang, Marching Band itu kurang kerjaan. Latian mulu. Padahal nampil cuma berapa menit.  Karena bukan hanya hasil yang semata-mata harus dilihat. Proses juga mahal harganya. Proses itulah yang membuat kita menjadi orang yang lebih tahan banting. Yang membuat kita tahu apa arti kerja keras. Yang membuat kita punya begitu banyak kenangan. Yang membuat kita bisa menjadi lebih dari apa yang kita pikirkan. Marching itu complicated. Belajar menjadi dewasa dengan segala masalah yang ada. We love all of it. You judge us semaumu, we really don’t care, because you never understand sepanjang apapun saya menjelaskan. Setiap orang punya dunianya. Hanya perlu saling menghargai :))

Thursday, 18 December 2014

Lolos "kurang dari 75%"

Menjelang ujian. Lagi-lagi hectic masalah absensi. Meskipun sudah berhati-hati berkat tragedi sisir semester lalu tapi masih yaa begitulah. Sebenarnya masih heran sama dosen-dosen yang tidak bisa mengisi kuliah dan tidak mengadakan kuliah pengganti. Apa beliau-beliau tersebut tidak merasa punya hutang? Sebenarnya ngomong disini nggak ada gunanya, harusnya isi aja kotak saran yang depan TU, mungkin perlu dicoba. Tapi mengingat terkadang pepatah dosen adalah raja benar adanya, jadi agak males juga mau nulis saran.
Kalau didasarkan pada hitungan ideal, 14x pertemuan, maka 3x tidak masuk kuliah tidak akan mendapat masalah. Selama ini saya tidak pernah membolos lebih dari 3x, tapi tetap tidak terlepas dengan masalah absensi. 
Setelah mendapat pelajaran dari semester lalu, maka saya mentargetkan agar setiap mata kuliah maksimal hanya tidak masuk 2x dan alasannya harus bisa diterima.
Proses Transfer
Cara mengajar bapak ini saat awal-awal lumayan sih, maka tidak ada alasan bagi saya untuk malas kuliah ini, meskipun sebenarnya agak alergi dengan mata kuliahnya haha. Akan tetapi, kuliah jam 07.00 masih menjadi problem tersendiri bagi saya. Jika pulang terlalu malam dan kecapekan hasrat untuk tidur lagi selalu ada dan berakhir dengan kesiangan. Akhirnya, total bolos saya sebelum ujian adalah 3x.
Setelah rekapan absensi keluar saya cukup dag-dig-dug ketika membukanya. Hanya tinggal tanggal terakhir kuliah yang belum direkap. Setelah dihitung-hitung absen saya kurang. Bolos 3x dan absen kurang. Kali ini sebabnya cukup tidak musiman. Kosong 2x dan beliau mengadakan kuliah pengganti sebanyak 3x -__- 
Hari berikutnya iseng-iseng buka rekapan lagi. Ajaib. Absen saya 80%. Hari terakhir kuliah saya tidak masuk tapi entah tanda contreng yang menandakan kehadiran itu berasal dari mana. Perasaan saya tidak meminta tolong untuk TA haha. Mungkin TU kurang teliti atau mungkin ada yang iseng TA-in saya. Entahlah. Alhamdulillah. 
OPMP
Cukup dag-dig-dug juga buka absen mata kuliah ini. Pasalnya saya lupa tidak masuk kuliah ini berapa kali dan dosennya pun tidak jadi mengadakan kuliah pengganti di hari yang dijanjikan. Mungkin beliau lupa, padahal rela-relain dateng kuliah meskipun sebenernya sedang Gladi Resik dan tidak diijinkan kabur. Setelah cek, angka yang muncul adalah 69%. Setelah diteliti ternyata surat ijin saya belum direkap. Langsung menemui Bu Tina. Beres sudah. 77%. Alhamdulillah.
PKSDA
Awal-awal kuliah sudah kosong 2x dan tidak diganti. Makanya saya cukup berhati-hati agar tidak membolos kuliah ini. Tapi kebetulan waktu itu sedang sakit jadi ya apa boleh buat sehingga bolong 2x. Setelah cek absen cukup kaget juga. Kok bisa 70%? Ternyata saya lupa absen sekali. Waktu itu saya presentasi dan kebetulan duduk di depan. Absennya udah muter sampai belakang waktu selesai presentasi. Akhirnya nggak absen dan baru sadar setelah cek rekap absen menjelang UAS. Tanya ke Mas *** katanya disuruh tanya ke Bu ***. Tanya ke Bu ***, kata beliau "Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Itu urusan dosen bukan urusan saya." Langsung kebayang Bu Siti. Masa iya saya tanya ke Bu Siti saya harus gimana? Akhirnya inisiatif buat surat ecek-ecek seperti ini: 

Ternyata mendapatkan tanda tangan Bu Siti tidak sesulit yang saya bayangkan. Terimakasih Bu Siti.
Bagian yang menyebalkan adalah saya tetap harus meminta acc pada PPJ Akademik. Berdoa semoga bapaknya tidak ingat saya, hahaha *tragedi tidak menyenangkan tahun lalu*. Setelah menunggu 4 jam akhirnya menyerah. Saat beranjak pulang, di jalan ketemu bapaknya yang mau masuk ruangannya. Baru mau ngikut masuk ke ruangan, bapaknya keluar lagi. Langsung bermuka sumringah bertanya,
A: "Bapak ada di ruangan lagi jam berapa ya, Pak?"
B: "Ada apa? Dibicarakan sambil jalan saja."
A: *nggak yakin* "emm mau minta acc, Pak.'' *kata-kata yang dirancang dari pagi musnah sudah"
B: "Acc apa ?"
A: *matilaah* "Jadi begini pak, saya waktu itu lupa absen, *langsung dipotong*
B: "Kok bisa lupa absen"
A: Jadi waktu itu saya presentasi pak, bla-bla-bla, kemudian setelah berkonsultasi dengan TU kata Bu *** untuk mengubah presensi harus dengan persetujuan dosen pengampu dan Bapak. Saya sudah mendapatkan persetujuan Bu Siti *sambil memperlihatkan surat pernyataan* bla-bla-bla 
B: Melihat-lihat *dari tangga deket kopsen sampai jalan mau ke tangga ruang U*. *Suratnya ditulis-tulisin*, kemudian dikasih ke saya tanpa ngomong apapun
A: *Agak bingung, jangan-jangan....sampai-sampai ngucapin makasihnya kurang jos -_-*
Ternyata tulisan yang sungguh sulit dibaca itu berbunyi "Mbak Tina Yth. Mohon ybs dibantu, nampaknya meyakinkan."
Alhamdulillah. Ngakak sebenernya. Dua kata terakhir itu lho -____-
Mungkin gara-gara jaman sekarang udah banyak mahasiswa yang canggih berbohong makanya jadi kayak gitu. Semisal, bikin surat pura-pura sakit. Kaget juga dulu ketika mendengar obrolan teman, "Kalau mau bikin surat sakit itu di dokter sana itu, udah spesialis lah pokoknya kalau bikin surat seperti itu." Jangan, jangan seperti itu. Saya pernah melakukan tindak kriminal tersebut saat SMA, bikin surat pura-pura sakit. Yang terjadi kemudian adalah akhirnya saya sakit beneran. Dua minggu lebih tidak masuk sekolah. Rasanya? Nggak enak, apalagi saat itu di sekolah saya sedang musim pertandingan bola :"

Memang benar seharusnya absensi itu 100%. Jadi nggak pernah deg-deg an tiap mau UAS.

Thursday, 26 June 2014

MOVE ON!

Alhamdulillah. UAS berakhir sudah. Sebelum menjadi masa lalu yang biarlah berlalu, saya mau cerita dulu.
Pernah nggak kalian dikecewain orang lain? Pasti rasanya kesel kan ya. Tapi kali ini, saya dibuat kecewa sama diri sendiri. Rasanya lebih dari 'kesel' malah. Kalau dikecewain orang lain kita masih bisa cerita sama temen terus dihibur, bisa berusaha menghibur diri dengan mengalihkan perhatian ke hal lain. Beda kalau kecewa sama diri sendiri, nggak tau harus gimana.
Saya kecewa sama diri sendiri yang sulit sekali menjadi rajin, kecewa sama diri sendiri yang mudah sekali mengambil keputusan, sok-sok an ikut kegiatan ini-itu tanpa mempertimbangkan kapasitas diri sendiri, kecewa sama diri sendiri yang masih sulit sekali untuk berubah, durasi tidur masih banyak dan masih sering ngerepotin orang lain. 
Sedih saat ada sms masuk dari orang tua yang menanyakan "Gimana tadi UASnya"?
Pengen banget bales "ngapain tanya-tanya, tolong jangan ungkit masa lalu". Hahahaha yakali.
Maaf ya UAS, mungkin kemaren-kemaren mikirnya lebih berat ke yang lain makanya lebih fokus sama urusan yang lain. Mikirnya sih karena uas menyangkut diri sendiri, bukan tentang orang lain. Tapi baru sadar kalau itu salah banget. UAS itu tentang orang tua. Tentang segala pengorbanan mereka, tentang harapan mereka, tentang kepercayaan mereka yang seharusnya jangan pernah disia-siakan. 
Seberapapun pentingnya soft skill, tapi IP juga penting. Dan yang perlu disadari IP itu bukan hanya fungsi kecerdasan. Kalau misalnya ini adalah ATK2 dan sedang belajar analisis dimensi maka dalam analisis dimensi nih ya, IP=f(kecerdasan, kerja keras, kesehatan, keprofesionalitasan, mental, manajemen waktu, fokus, doa). 
Alasan pemilihan kuantita diatas adalah:
Kecerdasan: nggak usah ditanya sih ya kalau yang ini, nggak usah iri juga sama yang lain. Semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kerja keras: kata pepatah, usaha tidak akan menghianati, makanya kerja keras itu penting.
Kesehatan: ini juga faktor, kalau lagi nggak enak badan belajar hawanya cuma pengen tidur, waktu ngerjain soal fokus berkurang karena terganggu sama sakitnya, misalnya sibuk berkutat dengan tisu -kalau flu- , kemampuan otak jadi sedikit berkurang. Duh nggak enak banget pokoknya. Jadi, jaga kesehatan itu mutlak perlu
Keprofesionalitasan: Contoh simpelnya, seberapa banyak masalah yang kita hadapi, saat uas ya fokus mikirin uas. Profesional, dalam keadaan apapun ya harus bisa belajar kalau emang waktunya belajar. Sulit? Belum terbiasa saja.
Mental: Seberapa siap pun kita, kalau mental nggak bagus ya sulit untuk berhasil. Misal nih ya, soal seabrek waktunya cuma berapa menit doang. Nah kalau langsung panik, terus tergesa-gesa ngerjain, eh udah selesai ngerjain baru sadar kalau ada yang salah. Contoh lain, waktu ujian kamu telat. Yaudah tetep stay cool aja jangan panik, ntar tambah ancur aja ujiannya. Lagi, misalnya soalnya susah banget terus langsung down frustasi pengen pulang. Ya jangan gitu, harusnya tetep stay cool, tetep berusaha mengarang sebagus bagusnya syukur-syukur tulisan dirapikan dengan sangat siapa tau berpengaruh dan jangan lupa berdoa biar beruntung.
Manajemen waktu: saya selalu kagum dengan orang yang sangat pandai membagi waktu. Sama-sama dikasih 24 jam tapi efektivitasnya bisa sangat jauh beda antara satu orang dengan yang lainnya. Latihan manajemen waktu salah satunya dengan ikut organisasi. Saat UAS bukan tidak mungkin kegiatan masih jalan, kepanitiaan masih jalan, rapat masih jalan, dan sejenisnya. Kita tidak bisa lari dari kenyataan itu dengan alasan mau fokus UAS. Konsekuensinya ya kita tetep harus tanggung jawab sama hal itu, tapi juga harus tanggung jawab sama UASnya, nggak boleh gampang capek, gampang ngeluh, harus tetap mengalokasikan waktu untuk belajar dan mengorbankan waktu untuk senang-senang. 
Fokus: kalau sedang belajar ya fokus belajar jangan gampang teralihkan ke yang lain. Biar belajarnya nggak sia-sia. Kalau lagi yang lain ya fokus menikmati yang lain jangan mikirin belajar. Biar ada gunanya.
Doa: Faktor yang menentukan juga nih, apalagi minta doa orang tua. Tapi jangan cuma mengandalkan doa dan keberuntungan juga. Realistis lah. Apalagi kuliah udah nggak kayak dulu waktu SMA, soal pilihan ganda, ngawur bisa beruntung. Atau dulu SNMPTN, milih dengan menghitung kancing baju sambil berdoa, alhamdulillah Allah masih mau nolong. Sekarang, kalau ujian nggak belajar ya keliatan banget bego-nya. Haha
Nyesel ya variable-variable tersebut nggak bisa di dilakukan dengan maksimal? bagus, setidaknya masih menyesal, belum masa bodoh. 
Yaudahlah sekian. Yuk move on ke liburaaaaaaaan. Setengah liburan masih di Jogja tetap harus dinikmati. Meskipun liburan jangan lupa nabung semangat buat semester 5. Buat anak selusin, jangan lupa juga waktu liburan mikirin mau ambil minat apa. Meskipun nggak minat ya tetep aja harus memilih wkwk diminat-minatin aja deh. 
Sekian untuk postingan yang menyedihkan ini.

Saturday, 24 May 2014

Moral value 'The Devil Wears Prada'

The Devil Wears Prada. Ada yang pernah nonton? Kalau belum nonton dan lagi bosen nonton film action ataupun horror, nonton ini aja. Ini film udah lama banget, film jaman 2006, tapi aku juga baru nonton wkwk.
Film ini menceritakan tentang seorang fresh graduate bernama Andrea (Anne Hathaway) yang tak kunjung mendapat pekerjaan dan akhirnya memutuskan melamar kerja di majalah fashion RUNWAY yang kalau dipikir-pikir nggak ada nyambungnya sama Andrea,  seseorang yang memiliki cita-cita menjadi seorang journalist, tidak menyukai fashion dan tentunya bukan seseorang yang fashionable. Saat memasuki kantor ia disambut dengan tatapan aneh oleh Emily, asisten pertama Miranda. Tatapan yang berarti 'orang dengan baju murahan dan sudah jelas tidak tahu-menahu fashion ingin menjadi asisten Miranda? Miranda (Merlyn Streep) adalah Senior Editor yang sangat disegani dan terkenal perfectsionis, ambisius dan keras, dalam hidupnya tidak ada plan B, yang ada hanya plan A. Menariknya, Miranda berminat mewawancarai Andrea.
Andrea, meskipun sudah tidak berharap banyak tetap berusaha mempromosikan dirinya. Dia mengatakan bahwa dia lulusan Northwesten University, sudah banyak memenangkan karya tulis. Dia juga berkata, 'Saya memang bukan seseorang yang fashionable, tapi saya cerdas dan saya mau bekerja keras.'
Cerdas dan bekerja keras, itulah yang membuat Miranda akhirnya menerima Andrea karena selama ini asistennya kerap mengecewakannya. Miranda hanya mencoba peruntungannya dengan memiliki asisten yang berbeda dari biasanya, mungkin ada harapan. Beberapa waktu bekerja, ternyata Miranda tetap dibuat kecewa oleh asisten barunya.
Andrea merasa stres dan putus asa. Dia merasa sudah sangat bekerja keras memenuhi permintaan Miranda yang sangat-amat-banyak-sekali-dan-harus-segera-cepat-dipenuhi. Dia sudah mengorbankan waktu untuk keluarganya, dia sudah mengurangi waktu untuk teman-temannya dan juga Nate, pacarnya. Dia hanya gagal 1x tetapi reaksi Miranda keterlaluan, seakan-akan dia tidak pernah melakukan hal yang benar.
Andrea akhirnya bercerita pada Nigel, art director RUNWAY. Nigel hanya mengomentari cerita Andrea dengan santai. Dia berkata bahwa menurut Nigel, selama ini Andrea belum bekerja keras. Nasihat dari Nigel, bekerja di RUNWAY harus ekstra bekerja keras dengan seluruh hidupmu, istilah lainnya mungkin rela mati demi agar tugas bisa terpenuhi dengan sempurna. Andrea akhirnya mencoba paham dan dia pun mulai berubah. Sejak itu, Andrea menjadi lebih bekerja keras dari biasanya, dia pun mau mencoba menjadi seorang yang fashionable dengan bantuan baju dan aksesori pilihan Nigel. Namun, dia lagi-lagi melakukan kesalahan, suatu hal yang kemudian membuat Miranda kemudian iseng memberikan perintah yang tidak masuk akal karena kesal, yaitu membelikan anaknya buku Harry Potter seri selanjutnya yang belum terbit. Ajaibnya, Andrea tetap bisa mendapatkan copy-an manuscriptnya berkat pertolongan Christian, rekannya yang seorang penulis terkenal yang mempunyai banyak koneksi. Sejak saat itu, Miranda jarang marah padanya. Andrea semakin gesit memenuhi perintahnya hingga puncaknya Andrea diajak Miranda menemaninya fashion show Summer Fall di Paris yang awalnya ditujukan pada Emily. Keputusan yang berat karena itu berarti ia akan menyakiti Emily, ia tahu Emily sangat amat memimpikan hal itu bahkan sudah menyiapkan segalanya untuk itu. Akan tetapi, Andrea tidak punya pilihan. Meskipun sebenarnya pilihan itu selalu ada, yaitu memilih terus bekerja dengan Miranda dan mengalami hidup seperti saat dia sekarang atau pergi dan memulai hidup baru dengan pekerjaan baru. Akhirnya, Andrea memilih meninggalkan Miranda. Sebenarnya sedikit banyak keputusannya terinspirasi dari Miranda yang memilih keluarganya dan memberikan jabatannya pada orang lain daripada tetap berkarir namun keluarganya berantakan.
Endingnya, Andrea memberikan koleksi baju dll yang dia dapat dari Paris kepada Emily (toh dia tidak akan pernah memakainya),  dan dia kembali lagi bersama Nate setelah sempat putus saat Andrea akan pergi ke Paris (salah satu penyebab mereka putus adalah karena kedekatan Andrea dengan Christian). Dia sadar apa yang Nate bilang adalah benar dan Andrea pun segera mencari pekerjaan baru. Hidupnya pun lebih nyaman dan dia tidak resah karena memiliki waktu yang lebih banyak bersama keluarga, teman-temannya, dan Nate.
Saya suka moral value dalam film ini, yaitu memilih apa yang baik untuk diri kita dan berani menolak yang tak sesuai dengan value kita. Untuk apa kita bertahan pada suatu hal yang kita sendiri tidak nyaman dengan hal itu? Untuk apa kita bertahan pada suatu hal yang membuat kita selalu gelisah karena suatu hal tersebut menyakiti orang-orang yang kita sayangi? Be Realistic.
Jangan mau seperti Andrea yang hidupnya selalu tersita untuk bosnya. Prioritas utamanya adalah bosnya. Bahkan janji dinner dengan ayahnya -yang sangat jarang terjadi karena kesibukannya- berganti dengan mencari tiket pesawat dadakan tugas dari kerjannya, membuat ulang tahun Nate kacau, membuatnya menjadi jarang berkumpul dengan teman-temannya, membuat dirinya menjadi sedikit berubah pergaulannya, dan masih banyak lagi. Secara tidak langsung memang benar Andrea tidak bisa untuk menolak keinginan bosnya sehingga harus mengorbankan yang lain. Awalnya pacarnya mengerti akan kesibukannya. Teman-teman dan keluarganya mencoba memahami kesibukannya. Namun, kesabaran manusia ada batasnya. Andrea tidak bisa memaksa mereka untuk terus-menerus memaklumi. Jika saat dibutuhkan Andrea selalu tidak ada, mungkin mereka akan berhenti menaruh harapannya pada Andrea, mereka mungkin akan segera merelakan kehilangan Andrea, dan hidup mereka akan segera baik-baik saja tanpa Andrea. Beruntung sebelum semua itu terjadi Andrea segera menyadari kesalahannya sebelum ia kehilangan. Kehilangan kebahagiaan sejatinya. Akhir kata, film ini recommended buat ditonton. Apalagi acting dari Anne Hathaway dan Merlyn Streep sudah tidak diragukan lagi.

Hidup adalah pilihan. Meskipun terkadang sangat berat untuk memilih, untuk meninggalkan, untuk berani mengatakan tidak.

source image: www.apunkachoice.com