Tuesday, 28 January 2014

Resensi Novel: Anak Anak Angin

Penulis: Chandra Wahyudi
Terbit: April 2012
Tebal buku : 354 halaman
Harga: Rp. 64.800,00

Sebuah perusahaan manufaktur komponen mesin dan elektronik merekrut sembilan sarjana baru sebagai kader. Oleh para senior mereka dijuluki ‘Anak-Anak Angin’. Julukan bernada ejekan itu ditujukan untuk anak-anak fresh graduate yang ‘belum apa-apa’. Empat diantaranya lalu bersahabat akrab. Iwang, lelaki tampan menawan tapi mudah emosi. We yang lugu namun banyak beruntung. Triplex, pria kurus tipis yang sering tertimpa sial tapi selalu tabah dan sabar. Dan Agyo, yang berpembawaan tenang tapi memiliki kemauan keras luar biasa. 

Serangkaian pengalaman terjadi di perusahaan patungan Indonesia-Jepang itu. Sampai sebuah peristiwa meminta saksi atas perbuatan memalukan yang dilakukan salah seorang bos. Kejadian itu menyebabkan mereka ‘terlempar’ ke Jepang selama dua tahun melalui program pertukaran karyawan antar perusahaan. Kisah-kisah mereka lalu diwarnai kejadian-kejadian unik, lucu, aneh, romantis dan tak terduga. “Mereka harus hormat pada bangsa Indonesia!” Ucapan bernada geram yang pertama kali mereka dengar dari seorang pembimbing itu lalu menjadi pembakar semangat mereka sebagai pekerja asing dalam berkompetisi dengan bangsa lain. Sebuah kesempatan emas datang ketika mereka mengikuti ajang adu keterampilan. Semangat untuk membuktikan kemampuan otak dan tenaga Indonesia mengantarkan mereka pada pengalaman emosional yang tak terlupakan.

Novel ini menceritakan tentang empat sekawan yang bekerja di PT. Chisaki Industries Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur komponen control elektronik yang dipakai kendaraan kendaraan dan mesin industri. Seperti yang sudah disebutkan di sampul belakang buku, mereka dijuluki sebagai anak anak angin. Julukan bernada ejekan yang dilontarkan oleh para senior mereka tersebut muncul karena mereka merupakan fresh graduate yang identik dengan belum tahu apa apa. Karyawan baru minim pengalaman yang masih berstatus kontrak.  Tak ubahnya seperti angin, lalu lalang, terasa keberadaannya tapi seolah tak tampak perannya. Selain itu, mental dan daya tahan karyawan seperti mereka kebanyakan seperti orang mudah masuk angin. Tidak tahan banting. Meskipun sebenarnya dari sebagian mereka bisa jadi akan berubah menjadi orang yang luar biasa.
Perjuangan empat sekawan sejak melamar pekerjaan sampai menjadi orang sukses dengan bumbu-bumbu kisah asmara mereka ada disini. Baca sendiri ya kalau mau tahu ceritanya hehe.
Melalui novel ini, pembaca akan lebih sadar bahwa tantangan di dunia kerja itu tidak main main. Orang orang kantor sangat bermacam-macam watak dan pribadinya. Mulai dari yang hebat dan menyenangkan sampai setan berwujud manusia pun ada. Terkadang kita dipaksa memilih mengikuti sistem tetapi bertolak dengan hati nurani, atau mencoba menyelamatkan sistem yang tidak benar tersebut meskipun membahayakan diri sendiri. Gambaran konflik konflik yang terjadi di dunia kerja diceritakan secara gamblang dan menarik oleh penulis tanpa adanya kesan hiperbola *eh sedikit hiperbola sih, namanya juga novel haha.
Meskipun ada beberapa bagian yang agak membosankan, tetapi novel ini recommended untuk dibaca. Ada quote dari novel ini yang diucapkan oleh seorang senior “Setinggi apapun ilmumu, jangan pernah sombong dan jika kita sedang dalam persaingan jangan pernah berdoa ‘Semoga dia gagal’ tapi berdoalah ‘Semoga saya berhasil’. Dengan begitu, kita akan lebih fokus berusaha, jangan biarkan fokus kita adalah mengurusi orang lain dan selalu iri dengan keberhasilan orang lain.”
Salah satu kalimat yang saya sukai dari novel ini adalah kata kata Pak Handoyo, orang yang ditugaskan untuk membimbing anak anak angin. “Suatu saat kalian akan masuk ke dalam pekerjaan manajerial. Tapi itu nanti. Mungkin empat atau lima tahun lagi. Saat ini adalah kesempatan kalian bekerja profesional sesuai ilmu masing masing. Indonesia tak akan maju kalau mengandalkan bapak bapak politikus atau tuan tuan yang duduk di pemerintahan itu. Kalianlah ujung tombak perubahan itu.”
Ada juga quote lain yang menggelitik hati saya “Insinyur sejati selalu siap memecahkan masalah. Hari tanpa masalah selalu terasa lama, jenuh, dan membosankan”. Sebagai mahasiswa engineering, saya merasa.................. 

Sekian. 

Thursday, 23 January 2014

Jalan Jalan ke Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk terletak di Padukuhan (Dusun) Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Asal mula nama Sri Gethuk adalah dahulu lokasi air terjun ini cukup tersembunyi. Kemudian secara tidak sengaja ada orang pendatang bernama Mbak Sri menemukan air terjun ini. Ketidaksengajaan ini dipelopori oleh tersesatnya Mbak Sri di daerah tersebut ketika sedang menjajakan gethuknya. Nah jadilah namanya Sri Gethuk. Bercanda ding, saya sebenernya cuma ngasal. Saya juga nggak tau kenapa dinamakan Sri Gethuk, hahaha.
Perjalanan menuju ke sana tidak sampai 90 menit jika ditempuh dengan kecepatan standar (Amplaz-Sri Gethuk). Nah bagi yang belum tau dimana itu Desa Bleberan, nih saya kasih peta buta. Dari Amplaz (Ambarukmo Plaza) lurus ke arah Solo. Anda akan menemukan lampu merah Janti yang ada jembatan layangnya. Belok kanan. Lurus. Perempatan kedua belok kiri. Lurus sampai melewati tiga lampu merah. Dari lampu merah ketiga tetap lurus, kemudian anda akan melewati Bukit Bintang. Beberapa meter dari Bukit Bintang akan ada gerbang bertuliskan "Selamat Datang di Kabupaten Gunung Kidul". Ikuti jalan tersebut, kira kira 20 menit anda akan menemukan Hutan Rakyat Tleseh. Sepanjang jalan tersebut, di sebelah kanan jalan hutan, di sebelah kiri jalan juga hutan. Setelah jalan berhutan-hutan tersebut berakhir anda akan menemukan lampu merah pertama. Lurus, anda akan menemukan lampu merah kedua. Belok kanan. Lurus sampai menemukan pasar. Setelah melewati pasar, belok kanan. Ikuti jalan sampai anda menemukan perempatan yang ada petunjuk arahnya jika lurus ke Baron dan jika ke kanan Sri Gethuk. Ambil kanan. Lurus. Dari sini anda akan terus dibantu oleh petunjuk arah sampai menuju lokasi. Kemudian sampailah ke tempat tujuan. Tiket masuk seharga 5000 per kepala (merupakan tiket terusan dengan Gua Rancang Kencono). Setelah beberapa menit perjalanan dari gerbang tiket masuk melewati jalanan tanah semi batuan, sampailah di tempat parkir Air Terjun Sri Gethuk.
Dari tempat parkir, terdapat dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun. Yang pertama adalah jalan kaki, yang kedua adalah naik rakit/perahu. Tetapi sewaktu saya kesini hanya ada satu pilihan, yaitu jalan kaki. Hal ini dikarenakan saya pergi kesini sewaktu musim hujan. Saat musim hujan tiba, biasanya rakit tidak bisa beroperasi dikarenakan air lebih tinggi satu meter dari biasanya dan arusnya juga menjadi sangat deras.
Ini adalah jalan menuju air terjun. Nggak jauh kok.

Dan akhirnya sampailah di air terjun
 Narsis bersama air terjun
Pemandangan sekitar air terjun

Sebenarnya, sungai di sekitar air terjun ini sangat jernih. Akan tetapi karena sedang musim hujan air menjadi keruh. Disarankan jika ingin melihat keindahan air terjun Sri Gethuk lebih baik saat musim kemarau. Selain airnya jernih, rakit pun bisa beroperasi sehingga bisa menyaksikan keindahan alam sekitar air terjun di atas rakit.
Nah, harusnya seperti ini nih, beda banget kan ?
(image source: alannobita.blogspot.com)
Oh iya, bagi yang suka bermain air jangan lupa bawa baju ganti.
Yang jelas kalau mau refreshing tempat ini cocok deh. Tempatnya asik banget. Apalagi kalau datengnya pagi. Lebih asik banget banget banget, soalnya berasa air terjun milik pribadi. Pengunjung masih sepi, jadi bisa foto-foto sepuasnya tanpa harus bergantian dengan pengunjung lain. Bisa foto-foto dengan tenang karena pemandangan tidak terganggu dengan orang yang berlalu lalang dan juga orang-orang yang sedang main air. Petugasnya juga baik. Tour guide gratisan bangetlah pokoknya. Bayarnya juga murah. Apalagi kalau jalan kaki. Tidak perlu mengeluarkan uang untuk sewa rakit.
Setelah puas menikmati indahnya air terjun Sri Gethuk, alangkah baiknya jika mampir ke Wisata Goa Rancang Kencono.

Itu adalah foto yang diambil di luar Goa. Kami tidak berminat masuk karena sudah nggak bisa foto-foto lagi (red:batre habis) 
Sekian sharing perjalanan saya kali ini. Sampai jumpa di postingan selanjutnya.






Friday, 3 January 2014

TEGURAN

Jumat, 3 Januari 2014. Hari ini adalah hari bersejarah bagi saya. Kenapa bersejarah? karena hari ini adalah salah satu moment penting yang harus selalu diingat. 

Minggu ini adalah minggu tenang. Hari Rabu, tanggal 1 januari adalah ulang tahun saya, tepat umur saya memasuki kepala dua. Malam tahun baru saya lewati dengan pergi ke Bukit Bintang, menikmati indahnya pemandangan dari atas yang dari sana kita bisa melihat indahnya lampu-lampu kota yang dihiasi dengan beratus-ratus kembang api pada saat menjelang dini hari. Pagi harinya, saya langsung pulang kampung. Hari itu berlangsung menyenangkan karena banyak mendapat ucapan dan doa-doa dari teman teman dan sahabat saya. Malamnya adalah malam yang membahagiakan karena mendapat hadiah dari keluarga. Perayaan kecil-kecilan dengan keluarga dan teman dekat saya. Terimakasih kepada semua yang telah berpartisipasi membahagiakan saya pada hari ulang tahun saya. Semoga doa-doanya balik juga ke kalian :))

Tapi semua berubah sejak negara api menyerang. Minggu tenang ini ternyata tidak tenang.
Sebelum UAS dimulai, saya berencana untuk menghabiskan waktu dirumah. Meskipun laporan saya sampai saat ini belum mendapat acc, tapi sejenak saya lupakan masalah itu. Sampai tiba-tiba pada hari Kamis, saya mendapat sms dari teman-teman yang kurang lebih berbunyi "Ir, absen KFmu kurang lho". Arti dari sms itu kurang lebih adalah saya harus segera balik ke jogja untuk mengurusnya, karena absensi kurang berarti tidak diijinkan mengikuti UAS. Saya tidak terlalu kaget menerima sms tersebut, karena saya akui saya memang jarang masuk dan dosennya pun juga jarang masuk. Jumat pagi, saya segera berangkat ke Jogja untuk mengurusnya. Dari pukul 10.00 - 15.30 saya menghabiskan waktu di kampus demi absensi tersebut. Saya mengajukan surat seperti ini:
 
 Bisa dibilang, saya santai saja menanggapi hal ini. Yang pertama, karena jujur saya merasa dosen ini yang seharusnya dipertanyakan. Terlambat pun beliau terkadang tidak tanggung-tanggung. Kuliah jarang masuk. Absensi dosen ini bahkan hanya 50%. Seharusnya jika mahasiswa dengan kehadiran <75% tidak boleh mengikuti UAS, dosen juga sebaliknya. Kehadiran <75% tidak boleh mengadakan UAS. Haha. Kasian yang absensinya >75% dong nggak boleh ikut UAS? Setidaknya jika ada peraturan seperti ini, tidak mungkin dosen tersebut kehadirannya <75%, kecuali kalau memang pengen di-demo satu angkatan.

Ke-santai-an saya mulai hilang ketika melihat absensi Termodinamika saya. Ya, 73%. Padahal tiga SKS. Hal tersebut dikarenakan Dosen tersebut tidak mengadakan kuliah sebanyak 2x karena ada urusan di Jepang dan tidak diadakan kuliah pengganti. Apakah dosennya salah? Menurut saya, tidak. Tidak tahu maksudnya. Tidak tahu aturannya sih kalau menyangkut dosen. Tetapi jika saya menyalahkan dosen, artinya saya hanya menyalahkan keadaan. Buktinya, yang lain juga bisa >75%, kenapa saya tidak? Kali ini, saya yang harus instrospeksi diri. 73% artinya dari 11x kuliah, saya tidak hadir sebanyak 3x.
Yang pertama, sepertinya karena saya sakit. Itu juga nggak pake surat, karena saya sudah memperhitungkan jika saya tidak masuk 3x, absensi saya masih aman (dihitung 14x pertemuan). Dan bodohnya saya, saya tidak pernah mempertimbangkan hal-hal tak terduga, seperti hari libur dan dosen ada urusan sehingga beliau tidak bisa mengajar. Yang kedua, saya lupa saya tidak masuk karena apa, tapi mungkin juga karena kesiangan. Yang ketiga adalah yang paling nyesek. Waktu itu, seperti biasa saya selalu berangkat mepet. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih lima. Dan tiba-tiba kunci motor saya entah dimana. Saya obrak-abrik kamar saya, tetap saja nihil. Mau sms teman minta nebeng, pasti mereka juga sudah berangkat kalau sudah siang seperti ini. Saya kemudian memutuskan jalan kaki. Jarak kos-kampus lumayan jauh. Setelah sampai di Sarjito, saya lihat sudah jam setengah 8 lebih. Saya tidak enak jika terlambat dengan durasi keterlaluan, karena faktanya banyak orang yang terganggu jika ada orang lain yang datang terlambat. Saya sudah batasi, saya tidak boleh terlambat lebih dari 15 menit. Jika terlambat lebih dari itu, saya lebih baik pulang. Kemudian, akhirnya saya pulang ke kos, tidak jadi ke kampus. Seandainya nekat, tidak akan ada 73%. Tapi tidak ada kata seandainya. Faktanya, saya tidak boleh mengikuti ujian sebanyak 5 SKS yang artinya nilai saya langsung E. Dan jika dihitung, IP saya maksimal hanya 3,1 jika semua mata kuliah kecuali 5 SKS tersebut mendapat A, yang artinya tidak mungkin mengingat UTS saya yang lumayan parah. Jika mendapat B, IP saya maksimal hanya 2,3. Menyesal? Entahlah. Galau? Tentu saja. Seharusnya hari ini saya sudah nyicil belajar, tapi saya tidak bisa konsentrasi mengingat ini. Bagi yang membaca ini, kalau mau menyalahkan atau nyokorke wajar saja. Memang saya yang salah. Tidak perlu disalahkan pun saya tahu itu. Menyalahkan adalah hak anda. Tapi jika saya sedih itu adalah hak saya.
Tapi saya yakin, semua pasti ada hikmahnya. Ini merupakan teguran dari Allah. Orang yang belum bisa membagi waktu dengan baik dan masih kebanyakan tidur seperti saya seharusnya jangan terlalu banyak ikut organisasi atau kegiatan. Masih ada waktu untuk menolak amanah itu. Bukan karena saya tidak mau, tapi saya lebih tau kapasitas diri saya. Dan pasti ada orang yang lebih mampu daripada saya. Semester depan, cukup tiga kegiatan saja, saatnya fokus kuliah. Karena, kuliah juga amanah orang tua. Setelah peristiwa ini, saya tidak berjanji untuk tidak membolos lagi dengan alasan yang tidak bisa diterima akal sehat di semester berikutnya. 
Belum ada hasil apapun sampai sekarang apakah saya diijinkan ikut ujian atau tidak. Dan ternyata melobi itu tidak mudah. Akan ada orang yang hanya melihat permasalahan dari satu sudut pandang saja. Tidak membantu, tetapi hanya melempar kata-kata nasihat yang kecil kemungkinannya bisa disebut nasihat. Doakan saya ya. Semoga saya bisa mengikuti Ujian Akhir 5 SKS tersebut. Aamiin

Tuesday, 1 October 2013

Jalan Jalan ke Nglanggeran

          Sabtu pagi. Saya dan kawan kawan CT akademik merelakan bangun pagi dan mandi pagi pagi demi jalan jalan ke Bukit Nglanggeran.  Jam 6 WIM (Waktu Indonesia Molor) atau tepatnya jam setengah tujuh lebih beberapa menit kami sudah bersiap di tugu teknik untuk berangkat dengan membawa bekal yang apa adanya banget. Tas yang juga apa adanya, tidak sebagaimana layaknya orang mendaki.
          Bukit tersebut terletak di kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta, berhabitat di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk dengan jarak tempuh 22 km dari kota Wonosari. Medan menuju kesana mudah dilalui karena jalannya sudah beraspal, hanya harus berhati-hati saja dengan beberapa tikungan mesra yang ada seperti layaknya jalan menuju bukit. Kami berangkat kesana melalui jalan Jogja-Wonosari. Rutenya adalah lurus saja ke arah Wonosari kemudian ada pertigaan belok ke kiri. Beberapa saat kemudian kita akan sampai di bukit bintang. Dari situ masih naik sampai menemui Polsek Patuk dan GCD FM, melewati tanjakan, kemudian belok kiri arah ke Stasiun Relay Indosiar Desa Ngoro-oro. Nanti ada petunjuk arah dengan tulisan Nglanggeran. Ikuti saja jalan sampai Puskesmas Patuk II atau biasa disebut Puskesmas Tawang kemudian belok kanan. Ikuti jalan dan sampailah di Desa Nglanggeran dimana Bukit Nglanggeran a.k.a Gunung Api Purba berada. Bentuknya berupa bongkahan batu raksasa. Batu batuannya menjulang tinggi. Konon gunung purba ini aktif jutaan tahun yang lalu. Mungkin karena itu sehingga dinamakan gunung api purba. Tiket masuk seharga lima ribu rupiah per kepala.
          Sampai disana setelah saya amati benar benar baru ngeh kalau ternyata saya pernah mendaki disana -__- Tidak masalah sebenarnya, bersama orang yang beda, kesannya pasti juga beda, hehe. Dan benar saja. Pendakian kali ini lebih asik dan tidak terasa capeknya. Efek ber-narsis ria mungkin. Baru berapa langkah jalan, foto. Melangkah lagi, foto lagi, hahaha. 
Dan inilah sebagian dari 'ribuan' foto kami.
Kayak gini nih pemandangan di bawah sebelum kita mendaki. Tingginya sekitar sekian koma sekian meter *nggak sempet ngukur
mendadak seperti kurcaci
Ini nih fasilitas yang disediakan disana. kita nggak cuma bisa mendaki aja lho *kecuali uang mepet haha
fasilitas gunung api purba
Jalannya emang ngetrack tapi santai aja, udah dikasih fasilitas tali-baik-hati kok

Belom nyampe puncak aja udah bagus pemandangannya
Tempat buat istirahat nih. Di sebelahnya pemandangannya juga kece

Lorong sempit di tengah tengah perjalanan. Ati ati buat yang big size miring yak jalannya haha bercandaaa

Akhirnya nyampe puncak. Lupa namanya puncak apa, hehe
Gora, Aeny, Lala, Aku
Narsis dulu sebelum nongki nongki di puncak
tangga menuju puncak
Ini adalah puncak berikutnya. Puncak yang paling puncak. Puncak Gunung Gedhe namanya.


pemandangan dilihat dari puncak
Anginnya sepoi sepoi banget waktu di puncak. Asik lah buat nongkrong sambil makan cemilan, ngobrol ngalor ngidul, curhat ini-itu. Oh iya buat para galauers, angin disini cukup membantu lho buat nerbangin rasa galaumu ke daratan di bawah sana haha  cc: sosok di foto berkaos motif garis biru-merah-abu-putih *ups
Kerasan banget lah pokoknya di puncak. Nyanyi nyanyi bareng. Saking asiknya, sampe lupa buat malu gegara suaranya fals haha
Yang pasti asik banget, kalau nggak ada kesibukan lain mungkin kita nggak pulang.
Setelah puas di puncak, kita pun turun. Turunnya terasa lebih cepat. Namanya juga turun, nggak terlalu butuh tenaga ekstra sih, jadi nggak kebanyakan istirahat. Nggak kebanyakan narsis juga, udah bosen. Bukan kita-nya yang bosen, tapi kameranya (red: lowbatt).
Oh iya, tips saat mau naik bukit adalah jangan lupa kuku dipotong dulu. Kuku tangan yang panjang itu bikin nggak nyaman, jadi galau kalau mau pegangan something nggak higienis semacam batu, pohon, tanah, dkk. Kuku kaki yang panjang juga nggak baik soalnya jadi sakit kalau pas turun, terus terusan terantuk sepatu *kalau pakai sandal bukit eh sandal gunung sih amaaan
Sebelum pulang, kami menyempatkan untuk foto foto (lagi)
peta jalur pendakian gunung api purba
wisata gunung api purba
Sekian. Jangan lupa buat yang baca ini menyempatkan diri kesana ya. Bukit ini cocok buat pendaki pemula, karena tingginya nggak terlalu tinggi, kira kira 1.5 jam perjalanan udah bisa sampai puncak. Medannya juga tidak terlalu sulit. Pemandangannya juga bagus. Recommended lah. Insyaallah jadi ketagihan mendaki, hehe

Sunday, 29 September 2013

KSK #PPSMB Teknik UGM 2013

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti kepanitian PPSMB Teknik UGM 2013 (Ospek Fakultas Teknik UGM). Untuk yang tahun ini namanya Prajurit. Singkatannya saya lupa. Yang nggak saya lupa, ada lho yang mengira itu semacam pelatihan militer #efek sebuah nama *dasar maba aneh* . Ketua SCnya kali ini adalah Mas Ara. Meskipun kesannya muka sangar tapi ikat rambutnya warna pink, haha. 
Saat pengumuman ada oprec ppsmb, saya langsung daftar tanpa ragu. Buat ngisi liburan sih, daripada jadi pengangguran di rumah atau jadi anak maen mulu kan ngabis-abisin duit. Saya sebenernya pengen jadi pemandu, tapi ya tau diri aja sih, nanti cetakan mabanya jadi nggak bagus kan bahaya haha. Jadi akhirnya saya memutuskan mendaftar KSK dan diterima. KSK itu singkatan versi alaynya adalah Keren Sekali Kakak, haha. Nah kalau singkatan normalnya KSK itu Kesekretariatan.
Tugas kita adalah mayoritas mengurus sesuatu yang bisa dibilang berhubungan dengan data. Banyak yang bilang ribet, padahal sebenernya ya emang agak ribet sih, tapi asik kok, bisa ngepoin maba haha.
Apa saja sih tugasnya?
- Nge-data maba
disini kita tugasnya ngepo-in maba, bermodal pengumuman di koran yang berisi nama nama maba kemudian kita cari namanya di socmed dan kita masukin ke group untuk diberi info-info penting yang berhubungan dengan PPSMB.
- Buat Guide Book
guide book itu istilah lainnya buku panduan maba yang isinya antara lain ada profil profil KM/HM jurusan, bso, bem, sejarah teknik, susunan acara PPSMB, dkk. Intinya sih pengenalan fakultas teknik.
- Buat Sertifikat
kerja ksk memang bukan hanya di awal acara atau hari H acara, tetapi juga sesudah acara, yaitu bikin sertifikat bagi maba yang sudah lulus PPSMB dan bagi panitia yang juga sudah lulusPPSMB (?).
- Nge-data barang sitaan
barang barang yang dibawa maba -yang sebenarnya tidak boleh dibawa- akan disita. Tentu saja harus didata kan? Biar tidak keliru. Selanjutnya bagi maba yang membawa barang tersebut akan diberi poin pelanggaran.
- Mencatat pelanggaran yang dilakukan maba
data pelanggaran selanjutnya akan diberi poin pelanggaran juga untuk pertimbangan lulus atau tidaknya maba.
- Mengurus registrasi ulang
untuk yang satu ini, kita nggak kerja sendirian, ada sekbend, propin, logistik, dan yang lainnya. KSK mengurus di bagian formulir pendaftaran sama jaga meja registrasi.
- Mengoreksi tugas Gamada
3 macam tugas individu dari 1000-an gamada dikoreksi tim ksk yg hanya ber-11. Tugas kelompoknya juga. Sebenernya ada enaknya sih, bisa kepo-kepo gitu, ada yang nulis tugasnya niat banget dan isinya bagus dan bermutu, ada yang asal-asalan dan isinya ngaco banget bikin gatel buat ngasih komentar, dll.  Meskipun asik, lama lama bosan juga kalo kebanyakan hehe
- Mengurus absen
absensi panitia maupun maba.
Dan masih ada lagi tugas remeh temeh lainnya yang tidak boleh diremehkan hehe
Koor KSK tahun ini namanya mbak Fina. Orangnya asik. Santai tapi klakon . Melalui oprec lahirlah anak anak mbak Fina yang berjumlah 10 orang termasuk saya. Ada mbak Ira. Anak geodesi, orangnya baik, kelakuannya mirip sama temenku, calon penulis juga sepertinya kayak temenku, sama sama orang Solo pula, aku jadi curiga, jgn-jgn mereka.... Ada mbak Ema dari industri. Kalau ngomongin mbak Ema langsung keinget printer, haha maklumlah dia kan pembawa printer setia-nya KSK. Ada mas Yoga. Anak elektro, sebut saja orang ter-geje dan ter-alay di lingkungan KSK, meskipun begitu keberadaannya sangat dibutuhkan mbak Fina pada khususnya dan anggota lain pada umumnya. Ada mas Rendy. Sesama pejuang tekkim seperti saya, mantan KSK tahun lalu yang sudah berpengalaman haha. Ada Harfan. Pejuang tekkim juga, berangkatnya biasanya paling on time *pas banget dikasih tugas jadi pembawa absen haha, orangnya rapi cocok kalau jadi KSK, nyimpen kertas penting ya di map, nggak asal di plastik, pulpen warna lengkap, cewek aja pada kalah saing haha. Ada Galuh dari industri yang sukanya cerita absurd. Ada Okta dari sipil, si blibers yang agak alay, yang sampai sekarang masih membuat saya heran, kok bisa sih suka sama Biber? Selain itu dia juga addicted to 'mas mas korea' -__-. Galuh dan Okta itu teman sehati saya, di lingkungan ksk kita dikenal dengan nama Trio Kwek Kwek -__-. Oh iya ada juga Habib. Anak fistek yang suka promosi Marching Band ke maba di sela sela kerjaannya *saya yang bukan maba pun terbius iklannya*. Ada Ihsan. Anak sipil, si tanpa ekspresi yang sok cool meskipun lama lama ketauan juga aslinya haha.
tim ksk incomplete
galuh, okta, aku
Sekian cerita dari saya. Buat yang baca ini, jangan lupa kalau ada oprec panitia ospek daftar KSK yaa, dijamin seru deh! 
Sekian.
Sampai jumpa di posting selanjutnya..


Sunday, 8 September 2013

Welcome Semester Tiga!

Semester tiga sudah dimulai. Saatnya menata kembali semangat. Move on dari semester dua. Sebelum baca postingan ini, disunahkan baca postingan saya sebelumnya dulu Renungan Pasca UAS. Kalau udah merenung biasanya akan lebih mudah untuk menata semangat haha
Oke basa basinya udah. Jadi, salah satu pelajaran yang dapat diambil selama saya hidup di Teknik Kimia adalah harus terbiasa 'biasa saja' kalau tidak bisa mengerjakan soal UAS. Terbiasa untuk tidak mudah down kalau nilai tidak memuaskan. Dan harus mempunyai ketahanan yang baik terhadap apa yang ada di portal akademik wkwk. Intinya, jangan sampai masih semester selanjutnya kemungkinan besar jauh lebih "menantang" kalau tidak boleh dikatakan susah. sudah stres. Mengapa? karena Teknik Kimia itu susah. Dan setelah menjalani satu tahun di teknik kimia saya semakin yakin bahwa teknik kimia itu lebih condong ke hibridisasi antara fisika dan matematika, dengan sedikit bumbu kimia didalamnya, bukan sebaliknya seperti yang kebanyakan orang bayangkan. Contohnya adalah bayangan saya sendiri. Saya dulu tidak terlalu mengerti apa itu Teknik Kimia secara detail ketika dulu memutuskan untuk memilih jurusan ini. Bahkan saya baru tahu setelah menjalani kuliah bahwa tugas akhirnya adalah "MERANCANG PABRIK".
Kalo 'sesuai jalur', lulusan teknik kimia bakalan kerja di industri kimia. Kemungkinan besar ya di bagian proses, makanya anak Teknik Kimia sering disebut dengan calon insinyur proses. Nggak sebatas itu aja sih, teknik kimia itu luas kok. Nah mungkin karena terlalu luas jadinya bingung juga mau kemana setelah lulus.
Tapi, apapun yang susah, kalau sudah passionnya disitu, sudah cinta, perjuangan akan selalu terasa indah, apalagi perjuangannya Pak Budi dan Bu Wi #abaikan kalo nggak mudeng cuma anak TK UGM yg ngerti haha. Kalau belom merasa passionnya disitu ya berusaha lah untuk mencintai apa yang sudah menjadi pilihan kita. 
Nah, malah ngelantur kemana mana. Nggak sesuai judulnya. Balik ke topik sebenarnya deh.  Untuk semester tiga, saya bakalan ketemu sama mata kuliah dibawah ini. Semoga bisa bersahabat :))
1. Analisis dengan Instrumen dalam Teknik Kimia
Ini materi isinya tentang teori dasar, cara kerja, dan manfaat alat-alat analisis kimia. Gosipnya dosennya selalu sukses bikin ngantuk... 
2. Praktikum Analisis dan Bahan
Ini praktikum pertama di tekim ugm. Yang biasanya hidupnya selo (santai), jarang ada tugas, belum ada praktikum, besok bakalan beda. Beda tebal nggak cuma beda tipis. Yang biasanya ngetawain, ngece-ngece (ngeledek) temen temen jurusan lain yang disibukkan dengan tetek bengek praktikum (pretest - praktikum - lembur laporan - revisi dan diakhiri dengan responsi), alhamdulillah besok bakal ngerasain sendiri. Ini nih yang katanya berperan besar dalam menyita sebagian waktu di semester tiga. Siapkan waktu, tenaga, pikiran, dan tentu saja kopi untuk ini :p
Oh iya kalau saran dari kakak angkatan sih jangan ngerjain laporan saat di kelas, kan kita-nya juga yang rugi, ntar nilai semester 3 bisa bisa ancur
Buat yang mau nambah-nambah organisasi atau kegiatan diperbaiki lah manajemen waktunya :)
3. Termodinamika Teknik Kimia 1
Yang jelas beda banget sama termodinamika fisika waktu SMA yang rumusnya cuma itu itu aja. Masukin rumus. Triiing dapet hasilnya deh. Ini beda. Mengembalikan otak pada fungsinya --> Mikir. 
4. Kimia Fisika 2
Kimia Fisika adalah ilmu yang mempelajari fenomena makroskopik, mikroskopik, atom, subatom dan partikel dalam sistem dan proses kimia berdasarkan prinsip-prinsip dan konsep-konsep fisika dengan bidang khusus termodinamika kimia, kimia kuantum, dan kinetika. Ntar bakalan bahas energi, entropi, entalpi, suhu, tekanan, tegangan permukaan, viskositas dsb semacam Kimia Fisika 1.
5. Teknik Tenaga Listrik
Lanjutan atau pengembangan dari Fisika 2 yang tentang arus listrik sama penggerak mula. Ntar ada hubungannya sama motor listrik dan mesin mesin listrik dalam industri.
6. Matematika Teknik Kimia
Berdasarkan gosip kebanyakan kakak angkatan, yang satu ini termasuk yang paling serem. Matematika Teknik Kimia adalah salah satu mata kuliah yang penting dalam dunia Teknik Kimia, karena mempelajari dasar-dasar perhitungan baik untuk analisis proses maupun perancangan alat.
7. Azas Teknik Kimia
Kalo dari namanya sih berasa kayak teori. Tapi ternyata hitung menghitung juga. Ada hubungannya sama persamaan reaksi dan neraca massa gitu deh.
8. Ekonomi Teknik Kimia
Mungkin ini merupakan hiburan untuk mengatasi kejenuhan. Membahas hal yang berkaitan dengan perhitungan ekonomi untuk mengestimasi besar aliran kas dalam periode waktu tertentu, karena nantinya Engineer memainkan peranan penting dalam keputusan investasi modal yang didasarkan atas analisis, sintesis dan usaha perancangan yang mereka lakukan. Jadi dalam ekonomi teknik kimia itu secara garis besar menjelaska pada kita tentang segala hal yang berhubungan dengan keuangan suatu pabrik, mulai dari harga bahan baku sampai harga produk, mulai dari biaya pembelian alat sampai kepada maintenance-nya. Ini makul sangat berguna untuk tugas akhir. Usahakan dapet nilai yang baik, karena sbg syarat ambil makul PPK (Perancangan Pabrik Kimia).
8. Menggambar Teknik
Intinya, kita akan belajar menggambar benda benda ke-teknik kimia-an dan akan otak atik software Autocad selain belajar menggambar manual.
9. Percepatan (bisa ambil transportasi bahan dan sedimentasi, proses industri kimia 1, azas teknik kimia 2, agama, kewirausahaan, atau mungkin AIK *lupa singkatannya apa)
Kalau kata DPA-ku (Dosen pembimbing Akademik) sih sebaiknya ambil percepatan, kalau bisa 22 ya 22, kalau bisa ambil 24 ya 24 aja. "Agar kesibukanmu bisa terdistribusi merata. Biar terbiasa sibuk juga, jadi bisa membagi waktu dengan baik." Kata kata yang masih saya ingat adalah:
"Ambil sks maksimal aja, biar nggak terbiasa nyantai."
"Tapi kan saya mau menambah kegiatan bu, jadi kalau ambil banyak takut IPnya turun drastis"
"Memangnya mau tambah kegiatan apa ?"
"Pengen ikut Marching Band sama BEM, Bu."
"Ckck kamu itu emang orangnya kelewat nyantai, ya itu resiko. Kalau saran saya sih tetep ambil 24, biar enak di semester berikutnya. Coba lihat lagi jadwalnya, kalau nggak bentrok, ambil."
Alhasil saya yang tadinya berniat mengambil 20 sks terhasut juga untuk menambah. Tapi, percaya aja deh sama yang sudah tua dan berpengalaman hehe
Sepertinya itu saja cerita kali ini.
Mendekati akhir kata, saya mengucapkan selamat datang di semester tiga! Oh iya kalau kata orang sih semester tiga itu artinya "Selamat datang di Teknik Kimia". Arti lainnya, semester satu sama dua itu cuma baru pemanasan, nggak ada apa apanya *padahal IP berkata lain -___-
Yang perlu diingat dan diterapkan adalah be seriously and enjoy it. Jaga semangat. Kalau kata pembicara fresh graduate sewaktu acara Polimer kemarin, biar semangat itu ya "Inget orang tua, Inget kalau kita udah tua" hahaha nah makanya terkadang kalau belum semester banyak kita susah buat semangat, soalnya masih ngerasa muda #lol
Akhir kata, semoga terealisasi planning2nya di semester 3 ini, baik yang berkaitan dengan akademik, non akademik, ataupun yang berkaitan dengan hati *ups salah fokus.
Semangaaaaaat :))

Monday, 19 August 2013

Resensi Novel Tere Liye: Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

My rating: 4 of 5 stars

Tulisan di backcover buku:
Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya.
Apakah Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah ini sama spesialnya dengan miliaran cerita cinta lain? Sama istimewanya dengan kisah cinta kita? Ah, kita tidak memerlukan sinopsis untuk memulai membaca cerita ini. Juga tidak memerlukan komentar dari orang-orang terkenal. Cukup dari teman, kerabat, tetangga sebelah rumah. Nah, setelah tiba di halaman terakhir, sampaikan, sampaikan ke mana-mana seberapa spesial kisah cinta ini. Ceritakan kepada mereka.
Cuplikan cerita:
Novel ini menceritakan tentang kehidupan pemuda sederhana bernama Borno, pemuda Pontianak yang lahir dari keluarga biasa saja. Ayahnya meninggal saat dia berusia 12 tahun karena kecelakaan perahu. Akan tetapi, sebelum ayah Borno meninggal dunia, Beliau menyetujui permintaan dokter untuk mendonorkan jantungnya bagi pasien gagal jantung. Kenyataan yang sangat sulit diterima Borno kecil. Bisa saja kan ayahnya masih hidup jika saja mau menunggu dan tidak mendonorkan jantungnya ?
Borno yang tidak dapat melanjutkan kuliah karena terkendala biaya akhirnya bekerja sebagai pengemudi sepit (perahu kecil) yang menyeberangkan penumpang dari ujung sungai ke ujung sungai yang lain. Dia adalah seorang yang sangat ramah, baik hati, dan pekerja keras. Awal mula kisah cintanya adalah ketika ia bertemu dengan seorang gadis keturunan Cina yang bernama Mei, salah satu penumpang kapal sepitnya. Seorang gadis cantik yang membuat Borno jatuh cinta. Suatu ketika Borno menemukan sebuah kertas angpau merah di kapalnya yang notabene adalah milik gadis cina itu dan mulailah kisah ini berkembang.
Review:
Tere Liye berhasil menceritakan kisah yang sebenarnya sederhana dan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, kisah yang tak biasa ditulis dan jarang jadi perhatian para penulis lainnya menjadi suatu cerita yang menarik dan penuh dengan pesan pesan baik. Endingnya pun tidak bisa ditebak. Saya sempat salah menebak endingnya, saya kira Mei tidak jujur tentang perasaannya pada Borno karena Sarah (dokter gigi yang ayahnya masih hidup berkat donor jantung dari Ayah Borno) menyukai Borno. Cerita standar. Tapi ternyata tidak. Sikap Mei kepada Borno yang berubah-ubah ternyata memang penuh misteri. Dan saya suka endingnya, meskipun saat mendekati ending pembaca menjadi kurang terhanyut dalam cerita. Entah karena penulis terkesan buru-buru ingin menyelesaikan cerita atau kata katanya yang kurang mengena. Tapi overall bagus. Pengen tau endingnya? Baca sendiri ya :p
Novel ini juga terkadang membuat saya tersenyum-senyum saat membacanya, salah satunya ketika Borno yang notabene seorang pengemudi sepit selalu menyengaja agar sepitnya ada di antrian 13 agar waktunya tepat dengan keberangkatan Mei (seorang guru yang sehari hari berangkat dengan menumpang sepit). Hal itu dilakukan tidak lain supaya Mei menumpang sepitnya sehingga Borno bisa berbincang dengan Mei sepanjang sungai Kapuas. Borno sering memperlambat laju sepitnya jika ada Mei sehingga membuat para penumpang lain kesal. Ada juga yang membuat saya tertawa, yaitu kejadian saat Borno dengan semangat 45 berlari ke sungai Kapuas hanya karena dibohongi oleh sahabatnya, Andi yang berkata "Ada Mei disana" padahal itu hanya akal-akalan Andi agar Borno mau keluar rumah untuk mengantar rombongan tamu Bapaknya yang ingin berlibur. Ya, terkadang cinta memang bisa membuat seseorang bertingkah gila.
Tere Liye juga menyampaikan pesan pesan baik lewat sisi kehidupan Borno yang sangat menarik. Berganti ganti pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Dari pengemudi sepit, buruh pabrik, kerja serabutan (buruh) hingga akhirnya menjadi montir yang bisa membuat bengkel bapak Andi sukses karena keahliannya dalam memperbaiki mesin yang diperolehnya secara otodidak. Mengagumkan. Borno yang tekun membaca buku buku tentang mesin, rajin membantu di bengkel bapak Andi, serta punya mimpi dan semangat untuk maju meskipun hanya lulusan SMA.
Selain itu, nilai lebih dari novel itu adalah adanya petuah dan nasehat yang dihadirkan lewat tokoh Pak Tua. Melalui nasihat yang diberikan Pak Tua, rasanya kita tak perlu lagi merasakan hidup ini sebagai beban yang berat. Karena sesungguhnya hidup sangat bisa dinikmati, walaupun dalam keadaan tidak menyenangkan sekalipun.
Banyak sekali kalimat kalimat Pak Tua yang menjadi favorit saya, antara lain:
"Kau bolak-balik saja sedikit hati kau. Sedikit saja, dari rasa dipaksa menjadi sukarela, dari rasa terhina menjadi dibutuhkan, dari rasa disuruh-suruh menjadi penerimaan. Seketika, wajah kau tak kusut lagi. Dijamin berhasil."
 "Kau tahu, Andi, dari begitu banyak kalimat bijak tentang cinta yang kaucatat berbulan-bulan ini, untuk orang seperti kau, cukup camkan saja kalimat yang satu ini, sisanya lupakan. Camkan cinta adalah perbuatan. Nah, dengan demikian, ingat baik-baik, kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun rasa cinta, Andi. Tetapi kau tidak akan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi."
"Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borno. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan."
"Camkan ini, anakku. Ketika situasi memburuk, ketika semua terasa berat dan membebani, jangan pernah merusak diri sendiri. Orang tua ini tahu persis. Boleh jadi ketika seseorang yang kita sayangi pergi, maka separuh hati kita seolah tercabik ikut pergi. Kautanyakan pada ibu kau, itulah yang dia rasakan saat bapak kau dibelah dadanya, diambil jantungnya dan pergi selamanya. Tapi kau masih memiliki separuh hati yang tersisa, bukan? Maka jangan ikut merusaknya pula. Itulah yang kau punya sekarang.”
Ada juga kalimat bagus dari Bang Togar (Ketua PPSKT, perkumpulan pengemudi sepit daerah sungai Kapuas)
"Jangan sekali-kali kaubiarkan prasangka jelak, negatif, buruk, apalah namanya itu muncul di hati kau. Dalam urusan ini, selalulah berprasangka positif. Selalulah berharap yang terbaik. Karena dengan berprasangka baik saja, hati kau masih ketar-ketir memendam duga, menyusun harap, apalagi dengan prasangka negatif, tambah kusut lagi perasaan kau. Aku tahu kau kecewa, Borno, tetapi jangan biarkan terlalu. Aku tahu kau sedih, tapi jangan biarkan menganga dalam. Esok lusa boleh jadi ada penjelasan yang lebih baik. Bersabarlah, kau paham?"
Akhir kata, novel ini recommended untuk dibaca :)